Trump Terus Paksa Negara Teluk Normalisasi Hubungan dengan Israel

republika.co.id
7 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden A Donald Trump terus berupaya memaksa negara-negara Teluk menormalisasi hubungan dengan Israel. Dalam rapat kabinet semalam, ia kembali mendesak negara-negara Teluk masuk dalam kesepakatan normalisasi Abraham Accords.

Dalam rapat kabinetnya hari ini, Trump mengatakan dia ingin melihat Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar bergabung dengan Abraham Accords untuk menormalisasi hubungan dengan Israel. “Saya pikir negara-negara tersebut berutang kepada kami soal hal itu,” katanya. 

Trump mencari 'citra kemenangan' dengan memaksakan perluasan Perjanjian Abraham Demikian menurut Danny Citrinowicz, mantan analis intelijen militer Israel. “Trump sedang berusaha, sekeras yang dia bisa, untuk menciptakan ‘citra kemenangan’.

Jika Iran tidak memberikannya, mungkin negara-negara Teluk akan memberikannya, memungkinkan dia untuk membenarkan pendekatan yang semakin bermasalah terhadap Teheran,” tulisnya di X. 

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Citrinowicz mengatakan “hampir tidak ada kemungkinan” hal itu akan terjadi. “Tetapi kegigihan Washington terus mengikis kepercayaan terhadap Riyadh pada saat kepemimpinan Saudi sudah sangat khawatir dengan eskalasi regional yang baru,” tulisnya. 

“Hal ini tidak praktis, terlepas dari kenyataan, dan tidak terhubung dengan dinamika aktual Timur Tengah sehingga menimbulkan keraguan serius apakah pemerintahan ini benar-benar memahami kawasan ini.”

Joey Hood, mantan duta besar AS untuk Tunisia, mengatakan upaya Trump untuk menghubungkan kesepakatan AS-Iran dengan dorongan agar lebih banyak negara Arab menormalisasi hubungan dengan Israel berdasarkan Perjanjian Abraham adalah bagian dari upayanya untuk dilihat sebagai tokoh politik “bersejarah”. 

"Donald Trump benar-benar sedang bernegosiasi dengan dirinya sendiri. Dia bernegosiasi dengan warisannya," kata Hood kepada Aljazirah. “Lebih dari segalanya, dia ingin dilihat sebagai presiden yang bersejarah, yang mengubah segalanya, yang mampu mengubah hal-hal yang tidak dapat dilakukan oleh presiden-presiden di masa lalu.” 

"Menyingkirkan Iran yang memiliki nuklir? Tentu saja. Namun jika kita bisa melakukannya, mengapa tidak menormalisasi hubungan diplomatik di seluruh dunia Arab dengan Israel?" katanya merujuk pada pemikiran presiden AS.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Istri Gus Yaqut Ngaku Suaminya Tak Pernah Cerita Soal Kasusnya
• 14 jam lalutvonenews.com
thumb
Istana Buka Suara soal Kegaduhan 1.098 Sapi Kurban Presiden
• 4 jam laluokezone.com
thumb
KPPPA Susun Strategi Edukasi Cegah Radikalisme pada Siswa
• 8 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dari Ritual Tahunan Menuju Ekosistem Ekonomi Kurban Nasional
• 2 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Daftar Tradisi Unik Perayaan Iduladha di Berbagai Negara
• 21 jam lalubeautynesia.id
Berhasil disimpan.