Jakarta, VIVA – PT Multi Harapan Utama (MHU) sebagai bagian dari MMS Resources, merealisasikan komitmennya dalam upaya pemberdayaan masyarakat di bidang pendidikan, melalui Program Pendidikan Kesetaraan Paket A, B, dan C yang digelar di lingkar tambang Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Presiden Direktur PT Multi Harapan Utama, Kemal Djamil Siregar mengatakan, pendidikan merupakan fondasi penting dalam menciptakan dampak sosial yang berkelanjutan di wilayah operasional perusahaan.
“Bagi MHU, keberhasilan operasional harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat," kata Kemal dalam keterangannya, Kamis, 28 Mei 2026.
- [Istimewa]
Dia menjelaskan, program pendidikan kesetaraan dan beasiswa ini dijalankan bukan sekadar sebagai bantuan sosial, tetapi investasi jangka panjang untuk membuka akses, kesempatan, dan masa depan yang lebih baik bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional MHU.
"Kami percaya pendidikan merupakan salah satu kunci utama untuk membuka peluang yang lebih luas, dan menciptakan masyarakat yang lebih mandiri serta berdaya saing,” ujar Kemal.
Dia menambahkan, sejak dijalankan pada 2019, program tersebut telah membantu 869 warga memperoleh ijazah pendidikan kesetaraan, dengan 212 lulusan berhasil mendapatkan pekerjaan di berbagai perusahaan dan sektor usaha.
"Atas dampak tersebut, MHU dinilai berhasil menghadirkan manfaat sosial yang nyata melalui peningkatan akses pendidikan sekaligus pembukaan peluang ekonomi bagi masyarakat," ujarnya.
Dengan dedikasinya tersebut, PT Multi Harapan Utama pun berhasil meraih penghargaan Indonesia Best CSR Awards 2026 yang diselenggarakan oleh The Iconomics. Penghargaan tersebut diberikan dalam acara yang berlangsung di Gedung Aneka Bhakti, Kementerian Sosial Republik Indonesia, Jakarta, pada Kamis, 21 Mei 2025, dengan tema “Transformasi CSR: Adaptasi Korporasi di Tengah Arah Baru Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.”
Program ini berawal dari hasil pemetaan sosial MHU yang menunjukkan masih tingginya angka putus sekolah di wilayah Ring 1 operasional perusahaan. Dari sekitar 52 ribu penduduk yang tersebar di 10 desa, sekitar 34 persen warga tercatat belum menyelesaikan pendidikan formal.
Untuk menjawab tantangan tersebut, MHU bersama PKBM Puteri Karang Melenu, Kecamatan Loa Kulu, menghadirkan program pendidikan kesetaraan sebagai bagian dari upaya pengembangan masyarakat jangka panjang.





