Surabaya (beritajatim.com)- Seringkali kita hanya panik saat HP terasa panas, tapi pernahkah Anda mengecek suhu adaptor atau kepala charger saat sedang dicolok? Jika kepala charger Anda terasa panas yang tidak wajar—bahkan sampai sulit dipegang—berhentilah sejenak.
Ini bukan sekadar tanda pengisian daya sedang bekerja keras, melainkan sebuah peringatan serius tentang keamanan kelistrikan Anda.
Secara teknis, adaptor memang akan hangat karena fungsinya mengubah arus listrik AC dari stop kontak menjadi DC untuk HP. Namun, jika panasnya berlebihan, tersangka utamanya seringkali adalah kualitas komponen di dalamnya.
Adaptor non-original atau “abal-abal” biasanya menggunakan komponen murah yang tidak mampu menahan beban panas atau tidak memiliki sistem pemutus arus otomatis.
Akibatnya, panas terjebak di dalam plastik adaptor dan resiko terburuknya adalah plastik tersebut meleleh atau memicu percikan api.
Selain masalah kualitas, panas berlebih pada kepala charger bisa disebabkan oleh beban kerja yang dipaksakan.
Menggunakan adaptor dengan watt rendah untuk HP yang mendukung fast charging akan memaksa adaptor bekerja di luar batas kemampuannya.
Hal ini membuat komponen internal bekerja “ngos-ngosan” dan menghasilkan panas ekstrem. Jika dibiarkan, arus listrik yang masuk ke HP jadi tidak stabil, yang lambat laun akan merusak lubang pengisian daya (port) dan baterai HP Anda sendiri.
Bagaimana cara mendeteksi bahayanya?
Aroma Terbakar: Jika tercium bau plastik terbakar di dekat stop kontak, segera cabut!
Suara Berdesis: Bunyi hissing atau desisan halus dari adaptor menandakan ada komponen (seperti kapasitor) yang hampir rusak.
Perubahan Warna: Cek apakah ada noda kecoklatan di lubang USB atau di badan adaptor.
Jangan ambil resiko demi menghemat uang dengan membeli charger murah. Pastikan Anda menggunakan adaptor yang memiliki sertifikasi keamanan resmi dan sesuai dengan spesifikasi HP.
Ingat, lebih baik berinvestasi pada charger original yang sedikit lebih mahal daripada harus kehilangan HP—atau lebih buruk lagi, mengalami kebakaran rumah akibat korsleting listrik.
Devi Dwi Windah Sari




