Wall Street Gemilang, Semua Indeks Saham AS Cetak Rekor Tertinggi Baru

metrotvnews.com
5 jam lalu
Cover Berita

New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street secara umum ditutup lebih tinggi pada perdagangan Rabu waktu setempat. Dow Jones Industrial Average, S&P 500, dan Nasdaq Composite Index mencetak rekor tertinggi baru sepanjang masa.
 
Mengutip Xinhua, Kamis, 28 Mei 2026, indeks Dow Jones Industrial Average yang berisi saham-saham unggulan naik 182,60 poin, atau 0,36 persen, ke level penutupan historis baru di 50.644,28.
 
Sementara indeks acuan S&P 500 naik 1,24 poin, atau 0,02 persen, menjadi 7.520,36. Sedangkan indeks Komposit Nasdaq yang didominasi saham teknologi naik 18,55 poin, atau 0,07 persen, dan berakhir di 26.674,74.
 
Kondisi pasar secara keseluruhan di antara 11 sektor utama S&P 500 sedikit negatif, dengan enam sektor ditutup di zona merah. Sektor energi dan keuangan memimpin penurunan, masing-masing turun 1,52 persen dan 0,82 persen. Sektor barang konsumsi non-esensial dan barang konsumsi esensial memimpin kenaikan, masing-masing naik 1,89 persen dan 0,97 persen.
 
Menurut laporan media pemerintah Iran, Teheran secara eksplisit berkomitmen untuk memulihkan lalu lintas maritim komersial melalui Selat Hormuz yang vital kembali ke kapasitas dasar sebelum konflik dalam jangka waktu satu bulan.
 
Pengumuman tersebut memicu aksi jual tajam di pasar berjangka energi. Minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Juli kehilangan USD5,21 atau 5,55 persen dan ditutup pada harga USD88,68 per barel di New York Mercantile Exchange. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Juli anjlok 5,31 persen dan ditutup pada harga USD94,29 per barel di London ICE Futures Exchange.
  Baca juga: Saham AS Ditutup Bervariasi: S&P 500 Cetak Rekor, Dow Jones Malah Nyungsep

(Ilustrasi Wall Street. Foto: iStock)
  Saham Micron Technology melejit  
Dalam perkembangan korporasi, setelah lonjakan besar lebih dari 19 persen pada sesi sebelumnya yang mendorong kapitalisasi pasarnya di atas USD1 triliun, produsen memori chip Micron Technology naik 3,63 persen.
 
Saham tersebut mempertahankan tren kenaikannya karena investor terus mencerna laporan UBS yang sangat menguntungkan yang menyoroti kekuatan penetapan harga jangka panjang yang diperoleh pemasok komponen memori melalui perjanjian pasokan multi-tahun.
 
Para ahli strategi investasi di Goldman Sachs menaikkan target akhir tahun mereka untuk Indeks S&P 500 menjadi 8.000 dari 7.600, menyelaraskan ekspektasi mereka dengan perkiraan di Morgan Stanley dan Deutsche Bank.
 
Target yang direvisi tersebut menyiratkan proyeksi total pengembalian sekitar 17 persen untuk indeks acuan pada 2026, yang terutama didorong oleh ekspansi margin perusahaan yang terkait dengan efisiensi teknologi.
 
Sementara itu, saham JPMorgan Chase turun hampir 2,5 persen dan menyeret industri perbankan turun. Penurunan ini terjadi setelah komentar publik dari CEO JPMorgan Jamie Dimon yang mengungkapkan raksasa perbankan tersebut berpotensi menginvestasikan hingga USD20 miliar untuk akuisisi strategis besar dalam beberapa tahun ke depan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Indonesia Desak Reformasi Dewan Keamanan PBB, Sugiono: Suara Global South Tak Terwakili!
• 4 jam lalutvonenews.com
thumb
Projo Sebut Jokowi Pulih 99 Persen dan Siap Keliling Indonesia, PDIP: Bukan Saatnya Serap Aspirasi
• 14 jam lalukompas.tv
thumb
Razman Nasution: Kasus Ijazah Jokowi Sudah P21, Akhir Bulan Kita Lihat!
• 9 jam laluokezone.com
thumb
Perkuat kepedulian sosial, LDII Jakarta gelar kegiatan Tebar Kurban
• 14 jam laluantaranews.com
thumb
Tumpah Ruah, Sherly Tjoanda Tetap Ikut Rayakan Iduladha di Rumah Dinas Sarbin Sehe dan Sampaikan Pesan Ini
• 10 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.