Long Weekend Jadi Harapan Baru Industri Ritel Pascalebaran

metrotvnews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonzus Widjaja mengatakan libur panjang pada pekan ini diharapkan dapat menopang kinerja sektor usaha ritel yang saat ini tengah memasuki periode low season usai Ramadan dan Idulfitri.

"Libur panjang pada saat low season tentunya diharapkan dapat mendorong penjualan sehingga dapat menopang ataupun mendukung kinerja sektor usaha ritel," kata Alphonzus, dilansir Antara, Kamis, 28 Mei 2026.

Ia menjelaskan, periode setelah Ramadan dan Idulfitri merupakan masa low season bagi industri ritel. Hal ini karena sebelumnya sektor tersebut telah melewati masa puncak penjualan atau peak season saat Lebaran.

Menurut dia, kondisi ekonomi yang masih belum menentu turut memengaruhi daya beli masyarakat dan kinerja usaha ritel.

"Perekonomian yang masih belum menentu akibat berbagai faktor yaitu salah satunya faktor geopolitik," ujar dia.

Untuk menarik kunjungan masyarakat selama libur panjang, pusat perbelanjaan disebut akan menghadirkan berbagai program dan aktivitas hiburan.

"Pusat perbelanjaan akan menyelenggarakan berbagai acara dan aktivitas untuk menarik pengunjung dan mengisi liburan di pusat perbelanjaan," kata dia.


Ilustrasi. Foto: Medcom.id
 

Baca Juga :

Tanah Abang Kembali Bernapas, Suara Tawar-Menawar Mulai Riuh di Lorong Pasar

Pusat perbelanjaan jadi destinasi masyarakat menghabiskan libur panjang
Ia menambahkan, pusat perbelanjaan masih menjadi salah satu destinasi pilihan masyarakat untuk menghabiskan waktu libur panjang.

APPBI memperkirakan jumlah kunjungan masyarakat ke pusat perbelanjaan selama long weekend kali ini meningkat sekitar 10 hingga 15 persen dibanding akhir pekan biasa.

"Diperkirakan akan terjadi peningkatan kunjungan sekitar 10 persen sampai 15 persen dibandingkan akhir pekan biasanya," ujar Alphonzus.

Meski demikian, ia menilai program promo dan diskon yang dilakukan tenant ritel hanya bersifat sementara untuk menjaga konsumsi masyarakat.

"Salah satu program untuk menyiasati masalah daya beli adalah dengan program promo belanja namun hanya bersifat sementara saja," tutur dia.

Ia menilai persoalan daya beli masyarakat tidak dapat diselesaikan sepenuhnya oleh pelaku usaha dan membutuhkan dukungan pemerintah melalui perbaikan kondisi ekonomi nasional.

“Persoalan daya beli masyarakat adalah perihal perekonomian negara sehingga tidak bisa diselesaikan oleh pelaku usaha,” kata Alphonzus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Global Turun ke Level Terendah, Investor Mulai Tinggalkan Aset Safe Haven?
• 4 jam laluviva.co.id
thumb
7 Tips Transaksi di Mobile Banking yang Aman dan Hindari Scam
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Pemerintah Kenalkan Skema LVC, Alternatif Pembiayaan Infrastruktur Baru untuk Daerah
• 8 jam laluidxchannel.com
thumb
Libur Panjang Iduladha, Hampir 1 Juta Tiket Kereta Ludes Terjual
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Menhan pastikan fasilitas-pasukan Yonif Teritorial Pembangunan siap
• 2 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.