Pakar Ingatkan Wabah Ebola Bisa Jadi Pandemi Regional

republika.co.id
6 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wabah Ebola yang sedang melanda Republik Demokratik Kongo berpotensi menjadi pandemi regional besar, menurut mantan direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Robert Redfield. la memperingatkan bahwa penyebaran penyakit itu bisa meluas ke sejumlah negara tetangga di Afrika Timur.

"Saya memprediksi ini akan menjadi pandemi yang sangat signifikan. Ini mungkin akan menyebar ke Tanzania, menyebar ke Sudan Selatan, bahkan menyebar ke Rwanda," kata Redfield dilansir laman Independent, Senin (25/5/2026).

Baca Juga
  • Ebola Melonjak, Warga Malah Bakar Fasilitas Medis, Kongo Chaos
  • Nekat Terbang dari Negara Ebola, Penumpang Air France Bikin AS Panik, Pesawat Dilarang Mendarat
  • Ratusan Kasus Muncul, WHO Tetapkan Wabah Ebola di Kongo & Uganda Jadi Darurat Global

la mengatakan wabah Ebola sangat signifikan dan menjadi perhatian organisasi kesehatan internasional. Namun ia menyayangkan respons awal terhadap wabah yang berjalan lambat.

"Ini adalah wabah yang saat ini benar-benar signifikan tapi wabah ini tidak segera terdeteksi. Saya tidak tahu kenapa, karena penyebarannya baru terdeteksi setelah ada lebih dari 100 kasus," kata dia.

.rec-desc {padding: 7px !important;}
Seorang petugas kesehatan dengan jubah pelindung dan masker memeriksa suhu tubuh warga setempat sebagai tindakan pencegahan terhadap Ebola di Kanyaruchinya, dekat Goma, Kivu Utara, Republik Demokratik Kongo, 27 Mei 2026. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan wabah Ebola, yang disebabkan oleh virus Bundibugyo, di Republik Demokratik Kongo sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional. - (Dok. EPA/MARIE JEANNE MUNYERENKANA)

 

Wabah tersebut, yang diperkirakan dimulai di bagian timur Republik Demokratik Kongo, kemungkinan telah menewaskan lebih dari 130 orang. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan wabah tersebut sebagai keadaan darurat kesehatan masyarakat yang menjadi perhatian internasional selama akhir pekan lalu, tetapi belum menyatakannya sebagai keadaan darurat pandemi.

"Penyelidikan masih berlangsung untuk memastikan kapan dan di mana tepatnya wabah ini dimulai. Mengingat skalanya, kami memperkirakan wabah ini kemungkinan sudah dimulai beberapa bulan lalu," kata petugas teknis WHO untuk ancaman virus, Anais Legand.

 

Loading...
.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;} @font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Seskab Teddy Borong 35 Sapi Jumbo dari Peternak Boyolali untuk Kurban Iduladha
• 19 jam lalubisnis.com
thumb
Konflik Teluk Picu Biaya Umrah-Haji Naik, Ini Strategi Marco Travel
• 20 jam lalurepublika.co.id
thumb
Ria Ricis Ungkap Alasan Jalani Rhinoplasty, Alami Gangguan Saluran Pernapasan
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Me(r)atapi, eh Me(n)atapi, Fenomena Pembeludakan Alumni Cumlaude
• 17 jam lalukumparan.com
thumb
Dedi Mulyadi ke Pasar Ciwastra, Warga Adukan Sampah Bau dan Jarang Diangkut Meski Sudah Bayar
• 3 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.