Bisnis.com, JAKARTA - Militer Amerika Serikat kembali melancarkan serangan terhadap Iran dengan menargetkan fasilitas militer di Bandar Abbas, kota pelabuhan strategis yang berada di pesisir selatan negara tersebut.
Melansir BBC, Kamis (28/5/2026), Komando Pusat AS atau US Central Command (Centcom) mengonfirmasi bahwa pasukannya juga menembak jatuh empat drone serang satu arah milik Iran yang “menimbulkan ancaman di sekitar Selat Hormuz”.
Centcom menyebut serangan tersebut turut menyasar stasiun kendali darat Iran di Bandar Abbas ketika fasilitas itu bersiap meluncurkan drone kelima. Media Iran melaporkan terdengar ledakan di wilayah timur kota tersebut.
Serangan terbaru ini terjadi di tengah gencatan senjata rapuh antara AS dan Iran, serta negosiasi berkepanjangan untuk mengakhiri perang yang telah berlangsung selama tiga bulan. Konflik tersebut menghambat lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dan memicu lonjakan harga energi global.
Centcom menggambarkan tindakannya sebagai langkah yang “terukur, murni bersifat defensif, dan ditujukan untuk mempertahankan gencatan senjata”.
Dalam rapat kabinet pada Rabu (27/5/2026), Presiden AS Donald Trump mengatakan Iran saat ini “bernegosiasi dalam kondisi terdesak”. Dia juga menegaskan bahwa strategi perangnya tidak akan dipengaruhi oleh pemilu sela AS pada November mendatang.
Baca Juga
- Harga Minyak Dunia Turun Usai Trump Beri Kabar Baik soal Negosiasi dengan Iran
- Trump Ungkap Kesepakatan dengan Iran, Sinyal Perang Segera Berakhir?
- Harapan Trump Bagi Ketua The Fed Baru Kevin Warsh
“Mungkin kami harus kembali dan menuntaskannya, mungkin juga tidak,” ujar Trump.
Dalam rapat yang sama, Trump juga mendesak negara-negara Teluk untuk bergabung dalam Abraham Accords guna menormalisasi hubungan dengan Israel. Israel melancarkan perang bersama AS pada 28 Februari dan kini juga terlibat konflik dengan Hezbollah yang didukung Iran di Lebanon.
Trump sebelumnya mengancam akan melanjutkan kampanye pengeboman skala besar apabila Iran tidak menyetujui persyaratan yang diajukan Washington.
Meskipun Trump sempat menyampaikan optimisme pada akhir pekan lalu dengan mengatakan bahwa kesepakatan damai dengan Iran “sebagian besar telah dinegosiasikan”, dalam rapat kabinet Rabu dia menyatakan AS masih “belum puas”.
Sebelumnya pada awal pekan ini, Centcom mengonfirmasi serangkaian serangan “untuk membela diri” di wilayah selatan Iran pada Senin lalu. Serangan itu menargetkan lokasi rudal Iran dan kapal-kapal yang berupaya menempatkan ranjau.
Centcom menyebut operasi tersebut dirancang “untuk melindungi pasukan kami dari ancaman yang ditimbulkan oleh pasukan Iran”.
Iran mengecam serangan itu sebagai “pelanggaran serius terhadap gencatan senjata” dan menegaskan bahwa pemerintah Iran “tidak akan membiarkan setiap tindakan permusuhan tanpa balasan”.
Korps Garda Revolusi Islam Iran atau Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) juga menyatakan pada Selasa bahwa pihaknya telah menembak jatuh drone AS serta melepaskan tembakan ke arah jet tempur dan drone lain yang memasuki wilayah udara Iran. Namun, IRGC tidak merinci waktu kejadian tersebut.
IRGC menambahkan bahwa Iran memiliki hak yang “sah dan pasti” untuk membalas setiap pelanggaran gencatan senjata yang dilakukan AS.





