Pantau - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan keberatannya jika Rusia atau China menjadi pihak yang menyimpan persediaan uranium Iran yang diperkaya tingkat tinggi dalam proses negosiasi nuklir antara Washington dan Teheran.
Pernyataan itu disampaikan Trump kepada wartawan di Washington, Rabu (27/5), saat ditanya mengenai kemungkinan Rusia atau China mengambil alih penyimpanan material nuklir Iran.
“Tidak, saya tidak akan merasa nyaman. Itu tidak akan membuat saya nyaman,” kata Trump.
Sikap Trump muncul di tengah pembahasan lanjutan terkait masa depan uranium Iran yang menjadi salah satu isu paling sensitif dalam perundingan kedua negara.
Uranium Iran Jadi Isu Sensitif PerundinganSebelumnya pada 11 Mei, Trump mengatakan negosiator Iran meyakini hanya Amerika Serikat dan China yang mampu memindahkan material nuklir milik Teheran.
Sementara itu, perusahaan nuklir Rusia Rosatom pada 18 April menyatakan kesiapan membantu proses pemindahan uranium yang diperkaya dari Iran apabila dibutuhkan.
Duta Besar Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia juga mengatakan Moskow siap menyimpan material nuklir Iran jika diminta Teheran sebagai bagian dari kesepakatan dengan AS.
Namun, Trump menegaskan dirinya tidak nyaman dengan kemungkinan Rusia maupun China memegang kendali atas uranium Iran yang diperkaya tingkat tinggi.
Konflik Iran dan AS Masih MemanasKetegangan antara AS dan Iran masih berlangsung sejak serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel ke wilayah Iran pada 28 Februari yang menyebabkan lebih dari 3.000 korban jiwa.
Pada 7 April, Washington dan Teheran sempat mengumumkan gencatan senjata setelah pembicaraan di Islamabad.
Meski begitu, pembicaraan lanjutan belum menghasilkan terobosan berarti terkait isu nuklir dan keamanan kawasan.
Washington juga disebut tetap memberlakukan blokade terhadap pelabuhan dan perairan Iran meski kedua negara telah mengumumkan gencatan senjata.




