KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat resmi membuka pendaftaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk program Sekolah Manusia Unggul (Maung) pada 25-29 Mei 2026.
Program ini menjadi jalur pendidikan khusus di tingkat SMA dan SMK yang dirancang untuk menjaring siswa dengan kemampuan maupun prestasi akademik dan non akademik.
Terdapat 41 sekolah yang masuk dalam program tersebut, terdiri dari 28 SMA negeri dan 13 SMK yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat, termasuk Bogor, Depok, Bekasi, Bandung, hingga Cirebon.
Dedi Mulyadi menyampaikan, pada dasarnya Sekolah Maung merupakan perubahan dari sekolah favorit yang ada di kota/kabupaten.
“Sekolah Maung itu adalah perubahan dari sekolah favorit zaman dulu, misalnya ada di satu kabupaten/kota biasanya ada SMA yang jadi sekolah favorit siswa, dimana penerimaan NEM-nya tertinggi. Hari ini, kebutuhan untuk membangun kembali sekolah dengan kualifikasi tertentu untuk anak-anak yang punya prestasi akademik dan non akademik,” ujar Dedi Mulyadi.
Lantas, seperti apa sebenarnya Sekolah Maung?
Baca juga: Sekolah Swasta Gratis Dobrak Sekat Pendidikan di Jakarta
Sekolah Khusus untuk Mencetak “Manusia Unggul”Dikutip dari laman resminya, Sekolah Manusia Unggul (Maung) merupakan satuan pendidikan jenjang menengah (SMA/SMK) yang menyelenggarakan pendidikan khusus untuk menghasilkan lulusan dengan kompetensi unggul di bidang sains, teknologi, vokasi, hingga kompetensi global.
Program ini juga menekankan pembentukan karakter kuat yang berakar pada nilai budaya Jawa Barat.
Dalam konsepnya, lulusan Sekolah Maung disebut sebagai “Manusa Waluya”, yakni gambaran manusia unggul yang memiliki keseimbangan antara jasmani, akal, emosi, kehidupan sosial, dan spiritual.
Filosofi pendidikan Sekolah Maung didasarkan pada nilai inti Gapura Pancawaluya, yaitu:
- Cageur (sehat)
- Bageur (baik)
- Bener (benar)
- Pinter (cerdas)
- Singer (tangkas dan kreatif)
Pemprov Jawa Barat menyebut program ini ditujukan untuk menyiapkan generasi yang mampu bersaing secara global tanpa meninggalkan kearifan lokal.
Baca juga: Sekolah Gratis untuk Semua, Cara DKI Hapus Sekat Negeri dan Swasta
Syarat Masuk Sekolah Maung Lebih KetatBerbeda dengan sekolah reguler, Sekolah Maung memiliki syarat akademik dan seleksi yang lebih ketat.
Untuk jalur Potensi Akademik SMA Maung, calon siswa wajib memiliki IQ minimal 130 berdasarkan skala Wechsler.
Hasil tes IQ harus dikeluarkan psikolog yang terdaftar di Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) atau perguruan tinggi penyelenggara psikotes terakreditasi.
Selain IQ tinggi, calon siswa juga harus memiliki kreativitas tinggi dan komitmen kuat terhadap tugas.
Peserta SMA Maung juga wajib mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang mengukur kemampuan numerasi dan literasi Bahasa Indonesia serta Matematika.
Baca juga: Hampir Putus Sekolah, Ajeng Kini Kejar Mimpi Jadi Perawat Berkat Sekolah Gratis
Ada Jalur Akademik dan Non-AkademikSekolah Maung menyediakan beberapa jalur seleksi dengan kuota berbeda.
Jalur Potensi Akademik mendapat kuota 10 persen dari total daya tampung sekolah.
Sementara Jalur Kompetensi Akademik memiliki total kuota 70 persen, terdiri dari:





