Pantau - Polsek Duren Sawit menemukan sejumlah obat keras daftar G dari beberapa pengendara saat menggelar razia kendaraan bermotor di Jalan Pondok Kopi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Rabu (27/5) malam.
Obat daftar G diketahui hanya boleh dikonsumsi dengan pengawasan dan resep dokter karena termasuk kategori obat keras dan berbahaya.
“Kami menemukan obat keras daftar G dari pengendara sepeda motor dan pengemudi mobil boks saat razia semalam,” ungkap Kanit Reskrim Polsek Duren Sawit Bayu Indra Praga.
Polisi Periksa Kendaraan dan Barang BawaanRazia dilakukan secara stasioner dengan menghentikan kendaraan roda dua maupun roda empat yang melintas di kawasan tersebut.
Petugas kemudian memeriksa surat kendaraan, identitas pengendara, hingga barang bawaan untuk memastikan tidak ada senjata tajam maupun barang terlarang lainnya.
“Kami juga mendapati kendaraan yang tidak dilengkapi dengan surat-surat kelengkapan berkendara,” ujar Bayu.
Menurut dia, pemeriksaan dilakukan secara ketat terhadap setiap kendaraan yang melintas di lokasi razia.
Petugas meminta pengendara membuka jok motor dan memperlihatkan barang bawaan guna memastikan keamanan lingkungan sekitar.
“Kami ingin memastikan kendaraan yang melintas tidak membawa senjata tajam,” kata Bayu.
Obat Keras Ditemukan dari Pengendara Motor dan Mobil BoksBayu menjelaskan obat keras daftar G pertama kali ditemukan dari dua pemuda berinisial A dan S yang berboncengan menggunakan sepeda motor.
Tak lama berselang, polisi kembali menemukan obat keras serupa dari seorang pengemudi mobil boks yang melintas di lokasi razia.
Meski menemukan obat keras, polisi memastikan tidak ada senjata tajam maupun barang berbahaya lainnya yang ditemukan selama pemeriksaan berlangsung.
Polisi menyebut razia tersebut dilakukan untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat dan mengantisipasi aksi kriminalitas jalanan yang masih rawan terjadi di sejumlah titik di Jakarta.
“Razia stasioner ini akan terus dilakukan guna mengantisipasi adanya aksi kejahatan jalanan seperti yang tengah rawan terjadi di titik-titik di Ibu Kota,” tambah Bayu.




