Laju Pertumbuhan Kendaraan Listrik Kembali Tertahan

viva.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Penundaan insentif kendaraan listrik kembali membuat pasar otomotif nasional berada dalam posisi menunggu. Di tengah agresifnya peluncuran mobil listrik baru dan ekspansi investasi pabrikan, kepastian stimulus dari pemerintah masih belum juga diumumkan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan insentif kendaraan listrik atau EV belum akan diberlakukan dalam waktu dekat. Pemerintah memutuskan menunda kebijakan tersebut selama satu bulan ke depan karena masih melakukan perhitungan lanjutan.

Baca Juga :
BYD Kasih Kode Pabrik Subang Segera Beroperasi
Mobil Listrik BYD Punya Fungsi Lebih dari Sekadar Berkendara

“Insentif EV masih ditunda satu bulan lagi. Ada perhitungan yang masih dilakukan,” ujarnya beberapa waktu lalu. Menurut dia, pemerintah masih mematangkan skema yang akan diterapkan sebelum kebijakan resmi dijalankan.

Padahal, insentif dinilai menjadi salah satu faktor penting yang selama ini membantu pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia. Terlebih, harga mobil listrik masih relatif tinggi dibanding mobil bermesin konvensional di kelas yang sama.

Rencana pemerintah sebenarnya cukup besar. Tahun ini disiapkan kuota masing-masing 100 ribu unit untuk mobil listrik dan motor listrik.

Untuk motor listrik, bantuan yang disiapkan mencapai Rp5 juta per unit. Sedangkan mobil listrik akan mendapatkan insentif berupa Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah atau PPN DTP sebesar 40 sampai 100 persen.

Namun skema tersebut hanya berlaku untuk kendaraan listrik murni berbasis baterai. Mobil hybrid dipastikan tidak masuk dalam program insentif tersebut.

Di sisi lain, sejumlah produsen otomotif saat ini sedang agresif memperluas lini kendaraan listrik di Indonesia. Tidak hanya menghadirkan produk baru, beberapa merek juga mulai membangun fasilitas produksi lokal dan memperbesar investasi ekosistem baterai.

Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief mengatakan pihaknya tetap mengikuti keputusan yang diambil Kementerian Keuangan terkait insentif otomotif.

“Pada dasarnya Kemenperin mengikut saja dengan keputusan bapak Menkeu soal itu. Pak Menteri sudah mengusulkan skema dan mekanisme insentif untuk industri otomotif,” kata Febri, dikutip VIVA Otomotif dari YouTube, Kamis 28 Mei 2026.

Dengan kondisi tersebut, pasar kendaraan listrik Indonesia diperkirakan masih akan bergerak hati-hati sambil menunggu kepastian kebijakan fiskal dari pemerintah.

Baca Juga :
Bukan Tesla! Ini Daftar Mobil Listrik dengan Jarak Tempuh Lebih Jauh
Umumkan Paket Stimulus Ekonomi, Airlangga: Insentif Pajak buat Penulis hingga Diskon Transportasi
Kabar Terbaru Mobil Listrik Lepas E4 di Indonesia

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Penangkapan Zaki Buron Kasus Sabu 11 Kg yang Kabur Setahun Lalu
• 4 jam lalukompas.com
thumb
BMKG sebut hujan ringan bakal guyur 17 wilayah RI pada Kamis
• 9 jam laluantaranews.com
thumb
Seskab Teddy Borong 35 Sapi Kurban dari Peternak Lokal Boyolali
• 38 menit lalujpnn.com
thumb
Innalillahi, Putra Mantan Gubernur HZB Palaguna, Mawang Palaguna Meninggal Dunia
• 19 jam laluterkini.id
thumb
Trump Ancam Bombardir Oman Jika Bantu Iran Kendalikan Selat Hormuz
• 3 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.