KukuBima Sido Muncul & Yayasan TOP Peduli Salurkan Rp 355 Juta untuk Operasi Sumbing

jpnn.com
4 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk (Sido Muncul) melalui produk KukuBima bekerja sama dengan Yayasan Tangan Orang Peduli (TOP) menyelenggarakan kegiatan bakti sosial operasi sumbing bibir gratis.

Kegiatan yang menyasar 20 pasien anak bibir sumbing dari keluarga kurang mampu ini dilaksanakan di Rumah Sakit (RS) Permata Jonggol, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

BACA JUGA: Sido Muncul Gandeng Nicholas Saputra Jadi Wajah Baru Tolak Angin

Dalam aksi sosial ini, total bantuan dana yang disalurkan untuk menunjang operasional medis mencapai Rp355 juta.

Jumlah tersebut dikumpulkan dari donasi komunitas pemuda yang tergabung dalam Yayasan TOP sebesar Rp200 juta, serta tambahan sumbangan dari Sido Muncul senilai Rp155.250.000.

BACA JUGA: Irwan Hidayat Bakal Kembali Menjabat Jadi Dirut Sido Muncul, Siapkan Transisi Generasi Keempat

Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis oleh Direktur Utama PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul Tbk, Dr. (H.C.) Irwan Hidayat, bersama perwakilan Yayasan TOP, Maya Sari, kepada Direktur RS Permata Jonggol, dr. Sri Handayani, MARS.

Prosesi penyerahan bantuan sosial tersebut turut disaksikan oleh Camat Jonggol, Andri Rahman, S.STP, M.Si.

BACA JUGA: Sido Muncul Menyantuni 1.000 Kaum Duafa, Total Bantuan Rp200 Juta

Irwan Hidayat menyampaikan bantuan ini bertujuan meringankan beban para orang tua yang memiliki anak dengan kondisi sumbing bibir.

"Saya sangat memahami rasanya menjadi orang tua dengan anak penderita bibir sumbing, maka bantuan ini tujuannya adalah untuk meringankan beban para orang tua," ujar Irwan di Jonggol, Jumat (22/5).

Menyoroti situasi perekonomian nasional saat ini, Irwan menilai partisipasi dari sektor swasta sangat diperlukan.

Terutama, dalam membantu mengisi sela-sela pelayanan yang belum sepenuhnya dapat dijangkau oleh pemerintah.

Irwan Hidayat membuka peluang lebar bagi pasien bibir sumbing untuk mendapat bantuan. 

Dia menyebut orang tua bisa memanfaatkan program bantuan gratis dari Sido Muncul atau jalur jaminan kesehatan nasional dari pemerintah.

"Pokoknya kalau mau BPJS oke, kalau mau mendaftar rumah sakit ini juga boleh," tutur Irwan.

Bersamaan dengan itu, Irwan Hidayat secara khusus menyampaikan rasa terima kasih kepada tim dokter spesialis yang bersedia meluangkan waktu.

Dia mengapresiasi para dokter yang mengoperasi para pasien secara sukarela tanpa bayaran.

"Kalau saya kan masih promosi, yang menyumbang paling sedikit saya, masih promosi," katanya seraya berkelakar.

(Masukan foto 2)

Program bantuan operasi sumbing bibir gratis dari Sido Muncul ini telah diinisiasi sejak tahun 2018 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Hingga saat ini, total pasien sumbing bibir yang telah dibantu di berbagai wilayah di Indonesia mencapai 774 orang.

Operasi kali ini turut melibatkan peran aktif dari Yayasan TOP yang didirikan oleh perkumpulan pencinta olahraga raket asal Surabaya, Jawa Timur. 

Yayasan TOP lahir dari keyakinan bahwa olahraga menjadi sarana untuk menciptakan dampak nyata bagi masyarakat. 

Yayasan ini diketahui aktif menggelar aksi sosial, mulai dari penyediaan akses air bersih di berbagai desa hingga beasiswa pendidikan bagi anak kurang mampu.

Perwakilan Komunitas TOP, Maya menjelaskan sumbangan senilai Rp200 juta yang disalurkan hasil dari kegiatan penggalangan dana melalui turnamen olahraga yang diselenggarakan secara mandiri.

"Dari hasil turnamen kami pergunakan untuk charity," kata Maya.

Maya menyampaikan apresiasinya terhadap langkah konsisten Sido Muncul dalam menyalurkan bantuan sosial. 

Dia berharap komunitas mereka dapat meniru kesuksesan tersebut untuk aksi kemanusiaan berikutnya.

"Sehingga menyumbang bisa lebih banyak lagi dan lebih bermanfaat buat banyak orang," ungkapannya.

Di sisi lain, pihak RS Permata Jonggol menyambut baik kolaborasi kemanusiaan ini.

Sri selaku direktur rumah sakit berharap kerja sama serupa dapat terus diperluas untuk menjangkau masyarakat. 

Proses operasi 20 pasien bibir sumbing akan berlangsung selama lima bulan ke depan, seraya menunggu jika ada pasien lain yang mendaftar.

"Kami masih buka sampai dengan Oktober 2026, harapannya bisa menjangkau masyarakat lebih luas lagi," kata Sri.

Guna memastikan keselamatan tindakan medis bagi para pasien anak, pihak rumah sakit telah menyiapkan tim dokter ahli untuk melakukan pemeriksaan kesehatan awal.

Pihak rumah sakit memberikan kelonggaran waktu agar anak-anak yang kondisi fisiknya belum siap saat ini, dapat dipulihkan terlebih dahulu sebelum naik ke meja operasi.

"Makanya dengan 5 bulan ini, harapannya anak-anak yang saat ini kondisinya belum fit tentunya masih bisa kita obati dahulu," ujarnya.

Melihat inisiatif Sido Muncul, Andri Rahman selaku camat Jonggol menyebut kontribusi ini sangat membantu warga wilayahnya yang membutuhkan.

Konsistensi pihak swasta dalam menjalankan aktivitas sosial disebut berdampak langsung pada kesejahteraan warga Bogor.

Melalui sinergi ini, Pemerintah Kabupaten Bogor berharap masyarakat bisa memanfaatkan layanan kesehatan gratis untuk terus meningkatkan kualitas hidup. 

"Ini adalah sesuatu yang memang tadi, meringankan warga masyarakat," kata Andri.

(Foto 3)

Di sisi lain, manfaat operasi gratis ini langsung dirasakan oleh Novianti, salah satu orang tua pasien asal Bogor.

Dia bersyukur sang anak yang berusia sembilan bulan bisa mendapat bantuan operasi bibir sumbing gratis.

Novianti menceritakan proses pendaftaran hingga tahap pemeriksaan kesehatan awal sebelum tindakan operasi berjalan lancar.

"Semoga tetap berjalan terus ya. Biar makin banyak orang yang bisa dibantu lah," ucap Novianti.

Rasa syukur serupa juga diungkapkan Haris Hidayat, yang mendampingi putranya, Banyu, untuk mendapatkan tindakan operasi lanjutan bagian langit-langit mulut. 

Meski sudah menjalani operasi tahap I, kondisi Banyu belum sepenuhnya membaik.

Haris menuturkan, kelainan langit-langit mulut yang dialami putranya tersebut sangat mempengaruhi fungsi bicara dan makan. 

Oleh karena itu, dia bersyukur sang anak bisa menjalani operasi lanjutan di bagian langit-langit.

"Alhamdulillah, terima kasih, sangat membantu. Saya benar-benar sangat bahagia," kata Haris. (mcr31/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Romaida Uswatun Hasanah


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Live TikTok Pocong Jadi-jadian, Tiga Pelajar Sragen Diamankan Polisi
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
AS Kembali Serang Target di Iran, Kedua Kalinya dalam 3 Hari
• 2 jam laludetik.com
thumb
Blak-blakan ke Dedi Mulyadi, Pengacara Toni Beberkan Kejanggalan Kasus Pembunuhan Keluarga Haji Sahroni
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Hadapi Aturan Ekspor Satu Pintu, MGRO Sesuaikan Operasional 
• 6 jam laluidxchannel.com
thumb
Khusuk Prabowo di Paris: Momen Salat Idul Adha hingga Salami Diaspora
• 11 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.