Piala Dunia 2026 Dinilai Berpotensi Menjadi Ajang Sepak Bola Paling Sarat Kepentingan Politik

pantau.com
2 jam lalu
Cover Berita

Pantau - Piala Dunia 2026 yang digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dinilai berpotensi menjadi turnamen sepak bola paling dipolitisasi dalam sejarah modern ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump disebut berupaya memanfaatkan ajang tersebut untuk kepentingan politik domestik.

Artikel opini yang ditulis Jafar M Sidik dan diterbitkan ANTARA pada Kamis menyebut FIFA menghadapi tantangan besar untuk menjaga Piala Dunia tetap apolitik di tengah situasi geopolitik dan dinamika politik Amerika Serikat.

FIFA Hadapi Tantangan Besar

Piala Dunia 2026 menjadi edisi pertama yang digelar di tiga negara sekaligus dan juga pertama kali diikuti 48 tim peserta.

Konsep penyelenggaraan lintas negara sebelumnya diharapkan dapat memperkuat inklusivitas dan kesalingpengertian antarbangsa.

Namun situasi politik di Amerika Serikat justru disebut menjadi tantangan tersendiri bagi FIFA dalam menjaga netralitas olahraga.

Penulis menyinggung sejarah Piala Dunia 1934 di Italia ketika diktator Benito Mussolini menyerahkan trofi “La Coppa Del Duce” kepada tim nasional Italia sebagai simbol superioritas fasisme Italia.

Peristiwa tersebut dibandingkan dengan Olimpiade Berlin 1936 yang dimanfaatkan Adolf Hitler untuk mempromosikan ideologi Nazi dan supremasi ras Arya.

“FIFA sendiri dari waktu ke waktu berusaha membuat Piala Dunia sebagai turnamen yang apolitik, meskipun sulit diwujudkan dan bahkan kerap membuat FIFA terseret politik hingga dituding berstandar ganda,” tulis ANTARA dalam artikel tersebut.

Donald Trump Jadi Sorotan

Donald Trump disebut berusaha menjadikan Piala Dunia 2026 sebagai momentum untuk mengalihkan perhatian publik dari berbagai persoalan politik di dalam negeri Amerika Serikat.

Popularitas Trump dilaporkan menurun tajam akibat kebijakan luar negeri, terutama terkait perang melawan Iran.

Dalam artikel itu disebut tingkat popularitas Trump hanya berada di angka 37 persen.

“Sementara bagi FIFA, tantangannya adalah memastikan mereka yang memiliki pandangan berbeda dengan AS tetap dapat merasa aman dan bebas menikmati Piala Dunia 2026,” tulis ANTARA.

Selain isu politik, FIFA juga dihadapkan pada tantangan menjaga citra sepak bola sebagai olahraga pemersatu di tengah meningkatnya tensi global menjelang turnamen berlangsung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Pesan Habib Ja’far tentang Keutamaan Kurban: Kalau Mampu, Jangan Sampai Enggak Berkurban
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Motor Bebek Belum Punah, Ini Harga Terbarunya di 2026
• 1 jam laluviva.co.id
thumb
Gubernur Kalsel lepas Tim Pengawasan dan Pemeriksaan Hewan Kurban
• 21 jam laluantaranews.com
thumb
Kodam XIV Hasanuddin Bagikan Ribuan Paket Daging Kurban, Perkuat Kemanunggalan dengan Masyarakat Makassar
• 22 jam laluharianfajar
thumb
Timwas Haji DPR Soroti Keterlambatan Bus dan Distribusi Konsumsi saat Armuzna
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.