Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Pertahanan, Sjafrie Sjamsoeddin melaksanakan salat Iduladha 1447 Hijriah bersama warga Papua dan sejumlah jajaran TNI di sekitar Makodam XVIII/Kasuari, Manokwari, Papua Barat, Rabu (27/5/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Sjafrie didampingi oleh Wakil Panglima TNI, Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan III, Wakil Asisten Operasi Panglima TNI, dan perwira staf jajaran Kodam XVIII/Ksr.
"Pelaksanaan Salat Iduladha berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, diikuti oleh prajurit, Persit, keluarga besar Kodam XVIII/Kasuari, serta warga masyarakat sekitar," tulis keterangan resmi Kementerian Pertahanan, Rabu (27/5/2026).
Dalam khotbah Iduladha yang disampaikan K.H. Baharuddin Sabollah, jamaah diajak meneladani makna keikhlasan, pengorbanan, kepedulian sosial, dan semangat kebersamaan yang terkandung dalam peringatan Iduladha.
Nilai-nilai tersebut dinilai penting untuk terus diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat maupun dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.
Pelaksanaan Salat Iduladha di Makodam XVIII/Kasuari juga menjadi wujud kedekatan TNI dengan masyarakat sekaligus memperkuat semangat persatuan, kebersamaan, dan toleransi di tengah kehidupan sosial masyarakat Papua Barat.
Baca Juga
- Menhan Beberkan Alasan Indonesia Gabung Board of Peace yang Dibentuk Trump
- Menhan Ungkap AS Pernah Minta Izin Melintas Wilayah Udara Indonesia
Pada hari yang sama, Sjafrie juga melaksanakan kunjungan kerja ke Yonif Teritorial Pembangunan (Yon TP) 808/Mbaham Matta. Peninjauan ini untuk melihat kesiapan operasional, kondisi personel, pembangunan satuan, serta program pembinaan teritorial yang dilaksanakan di wilayah Papua Barat.
Sjafrie turut mendapatkan laporan mengenai pembangunan fisik satuan, kesiapan alutsista dan latihan, hingga pelaksanaan program ketahanan pangan dan pembinaan masyarakat.
Dia memeriksa sarana dan prasarana satuan, termasuk fasilitas latihan, barak prajurit, gudang munisi, serta kesiapan pendukung operasional lainnya.
"Dalam arahannya, Menhan menekankan pentingnya menjaga kesiapan operasional satuan melalui pembinaan personel yang profesional, disiplin, dan berorientasi pada keberhasilan tugas. Menhan juga memberikan perhatian terhadap kesinambungan program latihan dan pembinaan jasmani militer agar kesiapan prajurit tetap terpelihara secara optimal," tulis keterangan resmi Kementerian Pertahanan.
Dia menekankan pentingnya dukungan infrastruktur bagi satuan, terutama terkait ketersediaan pasokan listrik dan penguatan jaringan telekomunikasi untuk menunjang optimalisasi pelaksanaan tugas di wilayah.





