LONDON, KOMPAS.TV - Pemimpin intelijen Inggris mengungkapkan nyaris 500.000 tentara Rusia terbunuh di Ukraina.
Ia juga menegaskan Rusia saat ini menjadi entitas berbahaya bagi London.
Dikutip dari BBC, Kamis (28/5/2026), jumlah itu diungkapkan oleh Direktur Markas Besar Komunikasi Pemerintah (GCHQ) Anne Keast-Butler, dalam pidato publik perdananya.
Baca Juga: Trump Sanksi Badan Iran yang Atur Selat Hormuz, Tekanan Lanjutan AS Agar Teheran Capai Kesepakatan
Ketika itu ia memaparkan ancaman yang dihadapi Inggris dan langkah-langkah yang menurutnya perlu diambil untuk menghadapinya.
Ia mengingat bahwa Inggris berada pada momen penting dengan Rusia, yang menurutnya tanpa henti menargetkan infrastruktur penting di seluruh negeri.
Keast-Butler juga menyalahkan Kremlin atas serangkaian rencana spionase di wilayah Inggris.
Menurutnya, baru-baru ini Rusia telah melancarkan perang hibrida yang tidak diumumkan terhadap Inggris dan negara NATO lainnya.
Namun, pernyataan Keast-Butler terkait hal itu sulit dikonfirmasikan kebenarannya.
Meski Kyiv dan Moskow, secara teratur menerbitkan perkiraan kerugian pihak lain, mereka enggan merinci kerugian mereka sendiri.
Penulis : Haryo Jati Editor : Gading-Persada
Sumber : BBC
- inggris
- intelijen inggris
- gchq
- anne keast-butler
- tentara rusia





