Perkuat Ketahanan Pangan, Mekar Asta Nusantara Gandeng Kementerian Kehutanan Kembangkan Agroforestri Berbasis Komunitas di Jawa Timur ​

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

PT Mekar Asta Nusantara (MANU) resmi menjalin kerja sama strategis dengan Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta, Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial, dan Kementerian Kehutanan. Sinergi ini menandai langkah nyata kedua belah pihak dalam mendukung pengembangan agroforestri pangan berkelanjutan dan peningkatan kapasitas Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) di wilayah Jawa Timur, termasuk Jember dan sekitarnya.

​Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) ini berfokus pada optimalisasi kawasan hutan agar lebih produktif melalui pendekatan agroforestri. Langkah ini sekaligus menjadi bagian dari perluasan MEKAR Ecosystem, sebuah inisiatif terintegrasi yang dirancang untuk mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus memberdayakan ekonomi masyarakat sekitar hutan.

​Melalui kolaborasi ini, MANU berkomitmen memberikan pendampingan intensif, penguatan kapasitas kelompok tani, serta pengembangan komoditas pangan bernilai ekonomi tinggi. Salah satu fokus utamanya adalah budidaya tanaman semusim seperti jagung, yang dikombinasikan secara harmonis dengan tanaman kayu-kayuan pelindung.

​“Keberlangsungan pangan bukan hanya tentang hari ini, tetapi tentang bagaimana kita membangun ekosistem yang mampu tumbuh bersama masyarakat dalam jangka panjang," ujar Evi Febriana Suhardi, Direktur Utama PT Mekar Asta Nusantara.

​"Saat ini kami tengah mengembangkan lahan agroforestri melalui penanaman tanaman semusim seperti jagung yang tetap memperhatikan aspek keberlanjutan dan produktivitas. Kami berharap langkah ini dapat menghadirkan dampak nyata, mulai dari penguatan kapasitas masyarakat hingga terciptanya nilai ekonomi yang terus berkembang.”

​Menjaga Keseimbangan Ekologi dan Ekonomi

​Pendekatan agroforestri yang diusung dalam kerja sama ini menjadi solusi cerdas dalam memanfaatkan ruang hutan. Pemerintah dan swasta sepakat bahwa produktivitas ekonomi tidak boleh mengorbankan kelestarian alam.

​Kepala Balai Perhutanan Sosial Yogyakarta, Wahyudi Ardhyanto, menekankan pentingnya menjaga fungsi ekologis hutan di tengah upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat.

​“Melalui kerja sama ini, kami berharap pengelolaan Perhutanan Sosial tidak hanya memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat, tetapi juga tetap menjaga dan mengembalikan fungsi hutan. Pendekatan agroforestri melalui kombinasi tanaman kayu-kayuan dan tanaman semusim seperti jagung menjadi langkah penting agar kawasan hutan tetap produktif sekaligus lestari,” jelas Wahyudi.

​Ke depan, program kolaboratif ini diharapkan dapat menjadi role model (percontohan) nasional dalam memperkuat ketahanan pangan berbasis kehutanan masyarakat. Dengan mengoptimalkan kawasan hutan produktif di Jawa Timur, proyek ini ditargetkan mampu membuka peluang ekonomi baru, meningkatkan taraf hidup petani hutan, dan memastikan pasokan pangan nasional tetap terjaga secara berkelanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Samsung Galaxy A26 5G Terbaru 2026, Mid-range Samsung dengan AI dan IP67
• 12 jam lalumedcom.id
thumb
Meghan Markle Kini Punya Kendali Penuh atas Citra Publiknya Sendiri
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Bawa Willem II Promosi ke Eredivisie, Nathan Tjoe-A-On: Hasil yang Bicara
• 18 jam laluviva.co.id
thumb
CFD di Kawasan Sudirman Thamrin Jakarta Ditiadakan pada Minggu 31 Mei 2026
• 11 jam lalukompas.tv
thumb
InJourney Airports Proyeksikan Tiga Juta Penumpang Padati 37 Bandara saat Libur Idul Adha dan Hari Lahir Pancasila
• 20 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.