Wamendagri Ribka Haluk Luruskan Persepsi tentang Data OAP di Tanah Papua

viva.co.id
3 jam lalu
Cover Berita

Jayapura, VIVA – Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Ribka Haluk meluruskan persepsi yang berkembang di tengah-tengah masyarakat terkait pendataan Orang Asli Papua (OAP) di enam provinsi. Ia menegaskan bahwa jumlah OAP yang saat ini tercatat dalam Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa OAP menjadi kelompok minoritas di Tanah Papua.

“Setelah ada pertemuan kami terkait dengan masalah pendataan Orang Asli Papua yang dicanangkan oleh Pemerintah Provinsi Papua dan juga lima provinsi lain di Tanah Papua, ternyata memang ada netizen, komentator, dan pengamat lokal yang menyampaikan persepsi bahwa terjadi minoritas terhadap Orang Asli Papua,” kata Ribka di Kantor Pusat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta pada Selasa, 26 Mei 2026.

Baca Juga :
Wamendagri Ribka: Perlu Sinergisitas dan Tata Kelola yang Baik dalam Percepatan Pembangunan Papua
Megawati Menangis Nonton Film Pesta Babi: Itu Benar Adanya

Berdasarkan data Direktorat Jenderal (Ditjen) Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Kemendagri, Ribka menyebut jumlah OAP aktif yang telah melakukan perekaman KTP elektronik dan tercatat dalam SIAK saat ini mencapai 2.296.846 jiwa. Sementara itu, jumlah total penduduk se-Tanah Papua berdasarkan Data Konsolidasi Bersih (DKB) Dinamis tercatat sebanyak 5.832.120 jiwa.

Menurut Ribka, angka tersebut masih bersifat dinamis dan akan terus berubah karena masih banyak masyarakat asli Papua yang belum melakukan perekaman data kependudukan, khususnya di wilayah pedalaman, pegunungan, daerah terpencil, hingga masyarakat Papua yang berada di luar negeri.

"Ini harus jemput bola istilahnya di kependudukan, harus jemput bola supaya semua data Orang Asli Papua itu terdata. Jadi bukan berarti kita lihat dua juta ini minoritas belum tentu juga minoritas, karena banyak yang belum direkam Orang Asli Papua yang ada di balik gunung, yang ada di sungai, yang ada di mana saja, [tapi] belum direkam," tambahnya.

Ribka menjelaskan, kendala utama dalam pendataan OAP adalah belum meratanya perekaman administrasi kependudukan di berbagai daerah, terutama wilayah pegunungan dan daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal).

Selain faktor geografis, Ribka juga menyoroti masih adanya pemahaman keliru di tengah masyarakat terkait perekaman KTP elektronik. Menurutnya, sebagian warga masih percaya pada berbagai isu yang menyebabkan mereka enggan melakukan perekaman data.

Baca Juga :
Uskup Mandagi Sesalkan Narasi Film Pesta Babi tentang Gereja Katolik di Merauke
Pengakuan Mama Sinta soal Film Pesta Babi hingga Food Estate di Papua
Wamendagri Ribka Haluk Turun Langsung Kawal Perdamaian Konflik Suku di Wamena

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Vinicius akui tak bisa bayangkan main di klub lain selain Real Madrid
• 13 jam laluantaranews.com
thumb
Film The Mandalorian and Grogu Kantongi Rp3,09 Triliun pada Pekan Pertama Penayangan
• 5 jam laluidxchannel.com
thumb
Marc Marquez Siap Comeback di MotoGP Italia 2026
• 22 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Pengamat: Jokowi Konsolidasi Kekuatan Politik untuk Ketum PSI Kaesang dan Gibran di Pemilu 2029
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Hantavirus vs COVID-19 Serupa tapi Tak Sama
• 21 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.