FIFA Kena Masalah Baru Jelang Piala Dunia 2026, Harga Tiket Mahal Berujung Penyelidikan

tvonenews.com
4 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, tvOnenews.com - Euforia menyambut Piala Dunia 2026 kini tercampur dengan kemarahan para suporter. FIFA terseret dalam polemik besar setelah sistem penjualan tiket turnamen dianggap membingungkan dan membebani kantong penggemar.

Dikutip dari Mirror, Jaksa Agung New York dan New Jersey meluncurkan penyelidikan terhadap praktik penjualan tiket FIFA. Langkah ini muncul setelah banyak keluhan soal harga dinamis, dugaan kelangkaan palsu, hingga kategori kursi yang dianggap tidak sesuai dengan tiket yang dibeli.

Sistem penetapan harga dinamis menjadi salah satu sumber kemarahan terbesar. Dengan skema tersebut, harga tiket bisa berubah mengikuti permintaan pasar dan membuat biaya menonton Piala Dunia melonjak drastis.

FIFA memang sempat menurunkan beberapa harga setelah mendapat tekanan publik. Namun, Presiden FIFA Gianni Infantino tetap membela kebijakan tiket tersebut, termasuk ketika muncul tiket final di pasar penjualan kembali yang mencapai sekitar Rp35,5 miliar.

Harga tiket untuk laga pembuka Inggris melawan Kroasia juga membuat banyak fans terkejut. Tiket termurah di platform penjualan kembali FIFA pada April dilaporkan mencapai sekitar Rp15,9 juta.

Jaksa Agung New Jersey, Jennifer Davenport, menyampaikan kritik keras terhadap FIFA. Ia menilai proses pembelian tiket Piala Dunia justru berubah menjadi pengalaman yang membingungkan dan merugikan konsumen.

“Bersikap jujur tentang penjualan tiket bukanlah hal yang rumit. Tetapi FIFA telah mengubah pembelian tiket Piala Dunia menjadi serangkaian kebingungan, kelangkaan palsu, dan harga yang sangat tinggi – semuanya dengan mengorbankan konsumen dan warga New Jersey yang bekerja keras,” kata Jaksa Agung New Jersey, Jennifer Davenport.

“Kami berkomitmen untuk melakukan investigasi menyeluruh terhadap perilaku FIFA, dan kami bangga berdiri bersama Jaksa Agung James dalam melindungi konsumen kami. Merupakan suatu kehormatan untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia, tetapi acara ini bukanlah undangan untuk mengeksploitasi penduduk dan pengunjung kami," lanjutnya.

Jaksa Agung New York, Letitia James, juga menegaskan bahwa para penggemar berhak mendapatkan akses tiket yang adil. Menurutnya, tidak boleh ada penonton yang merasa dimanipulasi untuk membayar harga sangat tinggi.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cuaca di Jakarta diperkirakan cerah pada Kamis
• 19 jam laluantaranews.com
thumb
Krisis Integritas Riset dan Cermin Dunia Akademik Kita
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Rustini Muhaimin Tekankan Pentingnya Literasi dan Numerasi Sejak Dini bagi Siswa Gunungkidul
• 11 menit lalujpnn.com
thumb
Prabowo ke Prancis saat Idul Adha, Menlu Sugiono: Penuhi Undangan Macron
• 23 jam laluokezone.com
thumb
Perkuat Solidaritas Sosial, Astra Hadirkan Program "Kurban untuk Penjuru Negeri"
• 5 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.