HARIAN.FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – KALLA kembali menorehkan prestasi di bidang tanggung jawab sosial perusahaan dengan meraih dua penghargaan dalam ajang Top CSR Awards 2026 di Jakarta. Penghargaan tersebut diberikan atas konsistensi KALLA menghadirkan program pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan melalui LAZ Hadji Kalla.
Penghargaan yang diraih yakni Top CSR Awards 2026 #Star 4 dan Top Leader on CSR Commitment 2026 yang diberikan kepada CEO KALLA, Solihin Jusuf Kalla. Ajang tersebut diselenggarakan TopBusiness di Hotel Raffles Jakarta, Senin, 25 Mei 2026.
Kategori Top CSR Awards #Star 4 menandakan sistem, kebijakan dan pelaksanaan CSR perusahaan berada pada level “Sangat Baik”. Dalam penilaian tersebut, KALLA mengusung program Desa Bangkit Sejahtera (DBS) dari LAZ Hadji Kalla dengan tema peningkatan produktivitas dan kapabilitas desa untuk mendorong ekonomi, sosial dan lingkungan masyarakat desa.
Program Manager Community Development LAZ Hadji Kalla, Erny Rachmi Nurdin mengatakan, program DBS mulai dijalankan sejak 2015 dengan menyasar 12 desa miskin di Sulawesi Selatan.
“Dari hasil evaluasi manfaat program, diputuskan untuk menambah jumlah desa binaan dengan memperluas wilayah penerima manfaat ke Sulawesi Barat,” ujarnya.
Ia menjelaskan, cakupan wilayah program kemudian diperluas hingga Sulawesi Tengah dan Sulawesi Tenggara pada 2022. Hingga akhir 2025, tercatat sebanyak 84 desa di empat provinsi telah menjadi desa binaan LAZ Hadji Kalla.
Menurut Erny, Desa Bangkit Sejahtera merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis desa dengan sasaran desa miskin yang memiliki jumlah penduduk miskin minimal 30 persen.
“Tentu saja karena tugas kami adalah menyalurkan zakat perusahaan, maka indikator lain yang digunakan dalam memilih desa binaan adalah mayoritas penduduk desa beragama Islam,” jelasnya.
Sepanjang 2025, program ketahanan ekonomi DBS telah menjalankan 55 program di 20 desa pada empat provinsi dengan total penerima manfaat mencapai 1.197 orang. Program tersebut mencakup budidaya komoditas lokal hingga pengolahan hasil panen menjadi produk usaha mikro.
Dari program itu, LAZ Hadji Kalla berhasil menghadirkan 118 lokasi demplot pendampingan budidaya, tiga rumah produksi usaha mikro, dua bengkel motor, satu rumah ikan atau rumpon, satu rumah mutiara dan satu lokasi wisata desa.
Di bidang ketahanan lingkungan, terdapat 20 program dengan 524 penerima manfaat. Kegiatannya meliputi edukasi pemilahan sampah, budidaya maggot dari limbah rumah tangga, penanaman 3.500 pohon hingga pelatihan tanggap bencana.
Sementara untuk ketahanan sosial, sebanyak 31 program peningkatan keterampilan masyarakat dan 20 program kesehatan dijalankan dengan total penerima manfaat mencapai 2.532 orang. Program tersebut mencakup pelatihan kerajinan tangan, menjahit, literasi digital, taman baca hingga upaya pencegahan stunting.
Corporate Communication & Sustainability Department Head KALLA, Nadya Tyagita menyebut penghargaan ini menjadi motivasi bagi perusahaan untuk terus menghadirkan program CSR yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Penghargaan ini menjadi apresiasi sekaligus motivasi bagi KALLA untuk terus menghadirkan program CSR yang tidak hanya berdampak sosial, tetapi juga mampu menciptakan keberlanjutan ekonomi dan lingkungan bagi masyarakat,” ujar Nadya.
Dalam lima tahun terakhir, KALLA tercatat konsisten meraih penghargaan CSR tingkat nasional, mulai dari TOP Corporate Social Responsibility of The Year 2022 hingga berbagai penghargaan ESG dan lingkungan pada 2024 dan 2025. (edo)





