Polisi mengungkap temuan baru dalam kasus tewasnya empat orang dalam satu keluarga warga Ambarawa, Kabupaten Semarang, saat glamping di objek wisata Posong, Kecamatan Kledung, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah. Diduga mereka keracunan gas.
Sebelumnya, polisi mengungkap dugaan awal tewasnya sekeluarga itu karena keracunan makanan.
Kasat Reskrim Polres Temanggung, Iptu I Komang Mahendra Deputra, mengatakan dugaan keracunan gas itu menguat setelah penyidik menemukan gas portable yang digunakan korban untuk memasak.
"Kemungkinan ada dua, dari gas portable itu sama gas setelah bakar-bakar. Jadi setelah barbeque-an karena langsung tidur, setelah dia bakar-bakar langsung ditutup pintunya," kata Mahendra kepada wartawan, Kamis (28/5).
Ia menjelaskan, kondisi tenda glamping yang relatif tertutup diduga membuat sirkulasi udara tidak berjalan maksimal sehingga gas terperangkap di dalam ruangan.
"Posisi bbq-an memang agak ke luar tapi kemungkinan masuk (ke tenda). Jadi ada dua kemungkinan," jelas dia.
Dugaan Keracunan Makanan Terbantahkan
Sebelumnya, dugaan awal polisi sekeluarga itu tewas karena keracunan makanan. Namun, dugaan itu terbantahkan karena tak ditemukan bekas sisa makanan yang dimuntahkan.
Menurut polisi, ciri-ciri awal penyebab kematiannya pun lebih mirip dengan keracunan CO2.
"Tidak ada muntahan, tidak ada perlawanan, jadi ciri khasnya gas CO2 ini lemas, lemas, ngantuk, ngantuk, tiba-tiba hilang," ungkap Mahendra.
Empat orang tersebut terdiri dari ayah berinisial MAN (52), ibu M (43), dan dua anaknya AE (16) dan BA (21). Peristiwa ini diketahui pada Rabu, 27 Mei 2026 sekitar pukul 16.00 WIB. Satu keluarga itu awalnya menginap di tenda glamping sejak Selasa, 26 Mei 2026.





