Kita kerap menemukan fenomena orang-orang tak mau duduk di bagian tengah apabila ada di transportasi umum. Apa penjelasan ilmiah dari fenomena ini?
Fenomena orang-orang tak mau duduk di tengah ini biasanya ditemukan di tempat umum. Salah satunya saat orang berada di transportasi umum. Akibatnya, bagian posisi kursi tengah tampak melompong.
Ternyata, fenomena seperti ini sudah pernah diteliti. Salah satunya oleh Kirsten Phillips, yang meneliti fenomena ini untuk tesis Magister psikologi di Massey University, Selandia Baru. Judul tesisnya adalah 'Choice of Bus Seat as an Indicator of Human Sensitivity to the Environment'.
Dia memakai metode penelitian observasi terhadap 26 perjalanan bus di Selandia baru. Ada 546 penumpang yang ia teliti selama perjalanan tersebut.
Dari observasi ini, dia menemukan sejumlah pola. Pertama, sebagian besar penumpang memilih menyebar secara merata untuk menjaga jarak. Dari pola ini, berdasarkan analisisnya, penumpang ingin menyebar secara merata untuk meminimalkan stres karena berdekatan dengan orang asing.
Kedua, ada pola orang suka duduk di kursi dekat jendela. Analisisnya, orang menyukai ilusi/sensasi ruang (sense of space) yang lebih besar dengan melihat ke luar.
(rdp/imk)





