Jemaah haji Indonesia diimbau untuk tidak melempar jumrah di Jamarot pada siang hari. Hal itu untuk mengantisipasi cuaca panas yang bisa berujung heatstroke.
"Situasi di Jamarot saat ini lenggang karena ada pemerintah mengeluarkan aturan yaitu di pukul 10.00 sampai dengan 14.00 diharapkan para jemaah tidak boleh keluar dari tenda atau tidak boleh melaksanakan lempar jumrah," kata Kasatops Armuzna, Kolonel Surnadi, saat berada di Jamarot, Kamis (28/5).
Surnadi mengatakan, risiko jemaah melempar jumrah pada siang hari beragam. Mulai dari potensi pingsan karena berdesak-desakan dalam kondisi panas, hingga potensi kelelahan karena jarak yang cukup jauh.
"Nah untuk itu kita mengimbau buat para jemaah Indonesia apabila mau keluar lempar jumrah di pukul-pukul 16.30 (WAS)," ucapnya.
Dia juga mengimbau kepada jemaah yang melempar jumrah agar tidak lupa membawa minum. Suhu di Makkah pun pada puncaknya bisa mencapai 43 derajat celsius.
"Ke sana itu jangan lupa membawa air, minum untuk pada saat kita haus langsung minum, demikian," pungkasnya.





