PT Paiton Energy menjadi pengembang swasta atau Independent Power Producer (IPP) dengan nilai pembayaran tertinggi dari PT PLN (Persero) sepanjang tahun buku 2025. Korporasi setrum pelat merah tersebut tercatat menggelontorkan dana sebesar Rp28,34 triliun khusus untuk membeli tenaga listrik dari Paiton.
Berdasarkan rincian Catatan atas Laporan Keuangan (CALK) PLN tahun buku 2025 yang diaudit oleh Kantor Akuntan Publik Rintis, Jumadi, Rianto & Rekan (PwC), realisasi pembayaran kepada pengelola kompleks PLTU Paiton di Probolinggo, Jawa Timur ini mengalami kenaikan secara tahunan (year-on-year/y-o-y).
Pada periode tahun buku 2024, PLN mencatatkan realisasi pembayaran belanja setrum kepada PT Paiton Energy sebesar Rp25,88 triliun. Dengan demikian, nilai pengeluaran PLN untuk membeli pasokan listrik dari Paiton Energy tumbuh sebesar 9,5% secara tahunan.
Puncaki Klasemen
Realisasi Rp28,34 triliun tersebut menempatkan PT Paiton Energy di posisi puncak dalam daftar pengembang swasta dengan nilai pembayaran terbesar dari PLN. Posisi Paiton berada di atas PT Bhimasena Power Indonesia (BPI) di urutan kedua dengan nilai Rp24,12 triliun, dan PT Central Java Power di urutan ketiga sebesar Rp21,56 triliun.
Kenaikan nilai pembayaran kepada Paiton Energy ini berjalan searah dengan tren pembengkakan total beban pembelian tenaga listrik swasta PLN secara akumulatif. Sepanjang 2025, total anggaran PLN untuk membeli listrik dari seluruh pihak ketiga mencapai Rp195,24 triliun, atau terkerek naik 10,94% dari posisi tahun 2024 yang sebesar Rp175,98 triliun.
Baca Juga: Beban Usaha Membengkak, Bikin Laba PLN Susut ke Rp7,26 Triliun di 2025
Baca Juga: PLN Indonesia Power Tegaskan Fondasi Kepatuhan Jadi Kunci Bisnis Berkelanjutan
Secara proporsi, nilai pembayaran kepada PT Paiton Energy sendiri berkontribusi sebesar 14,51% dari total keseluruhan anggaran belanja listrik swasta yang dikeluarkan oleh PLN sepanjang tahun 2025.
Profil Paiton Energy
PT Paiton Energy merupakan salah satu pionir sekaligus salah satu produsen listrik swasta (IPP) terbesar di Indonesia yang mulai beroperasi komersial sejak tahun 1999. Perusahaan ini memiliki dan mengoperasikan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Paiton Unit 3, 7, dan 8 yang berlokasi di kompleks pembangkit Paiton, Probolinggo, Jawa Timur.
Dengan total kapasitas terpasang mencapai 2.045 Megawatt (MW), kompleks pembangkit milik Paiton Energy mengalirkan pasokan listrik ke jaringan interkoneksi Jawa-Madura-Bali (Jamali) melalui kontrak jangka panjang Power Purchase Agreement (PPA) bersama PLN.
Dari sisi kepemilikan saham, struktur korporasi Paiton Energy dikuasai oleh konsorsium internasional dan domestik. Mayoritas kepemilikan sahamnya dipegang oleh RATCH Group (perusahaan energi asal Thailand) dan Nebras Power (perusahaan investasi energi asal Qatar), serta bermitra dengan PT Medco Daya Abadi Lestari sebagai perwakilan pemegang saham lokal.





