Bisnis.com, DENPASAR — Pelaku usaha perjalanan atau travel di Bali memperkuat promosi di Australia hingga India dengan memanfaatkan rute penerbangan baru yang dibuka oleh maskapai.
Ketua DPD Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) Bali, I Putu Winastra, menjelaskan akses menuju Bali terus diperkuat dari sisi konektivitas. Pada Maret 2026, Jetstar meluncurkan layanan langsung Sunshine Coast–Bali dan Melbourne Avalon–Bali sehingga memperluas akses dari pasar Australia yang selama ini menjadi salah satu sumber utama kunjungan ke Bali.
Virgin Australia juga telah mengumumkan layanan langsung Canberra–Bali mulai 22 Juni 2026, sementara Indonesia AirAsia membuka rute Bali–Da Nang mulai 20 Maret 2026 untuk memperkuat konektivitas Bali dengan Asia Tenggara.
Dari pasar India, IndiGo telah memperluas koneksi menuju Bali melalui rute Mumbai–Denpasar yang melengkapi layanan Bengaluru–Bali yang telah berjalan sebelumnya.
Winastra menjelaskan konektivitas menuju Bali perlu dilihat sebagai peluang yang lebih luas bagi ekosistem pariwisata pulau ini.
“Setiap rute baru menuju Bali membawa lebih dari sekadar penumpang. Ia membuka akses pasar, mendorong permintaan hotel, belanja di restoran, pergerakan transportasi, peluang ekonomi kreatif, serta eksposur yang lebih luas bagi komunitas dan destinasi di seluruh Bali. Tugas kami adalah menjaga kualitas produk dan pengalaman berwisata, agar akses tersebut dapat berubah menjadi transaksi yang berkualitas dan nilai yang berkelanjutan.” jelas Winastra, Kamis (28/5/2026).
Baca Juga
- Bank Dunia Soroti Persoalan Sampah hingga Transportasi di Bali
- Ada Libur Panjang, Trafik Penumpang Bandara Lombok Meningkat 11,8 Persen
- Targetkan Pasar Premium, Surya Semesta Internusa (SSIA) Ubah Brand Hotelnya di Bali
Perkembangan konektivitas tersebut juga menunjukkan pentingnya membaca pasar secara lebih strategis. Australia tetap menjadi pasar utama Bali, sementara India, Eropa, Asia Tenggara, dan pasar-pasar Asia lainnya makin penting untuk diperkuat melalui produk yang tepat, narasi yang relevan, serta kemitraan yang mampu menjawab kebutuhan wisatawan masa kini.
Penguatan pasar tersebut juga dilakukan melalui event Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026, dalam event tersebut, Asita memperkuat peran platform business-to-business (btob) yang mempertemukan pasar, produk, dan kesiapan destinasi.
“Buyer internasional mencari kejelasan produk, konsistensi layanan, akses penerbangan, keamanan, narasi budaya, dan kemampuan destinasi untuk memberikan pengalaman yang dapat dipercaya,” jelas Winastra.




