JAKARTA, KOMPAS.com - Pemilik Hanania Travel, Farhan, dibawa oleh para calon jemaah yang gagal berangkat umrah ke Mapolda Metro Jaya pada Kamis (28/5/2026) sore.
Pantauan Kompas.com di lokasi, hingga pukul 17.10 WIB, para calon jemaah dan perwakilan Hanania Travel masih berada di dalam gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).
Sebelumnya, para calon jemaah mendatangi kantor cabang Hanania Travel di Gedung EightyEight di Mal Kota Kasablanka, Jakarta Selatan, pada Kamis siang.
Baca juga: Cerita Kehangatan Keluarga di Rumah Duka Maria Bernadeth Latifah Oetama
Para calon jemaah datang beramai-ramai untuk meminta kejelasan soal pengembalian dana atau refund biaya umrah yang batal sekaligus menanyakan kepastian keberangkatan rombongan umrah pada Juni dan September 2026.
Sekitar pukul 12.00 WIB, para jemaah mendengarkan klarifikasi dari pihak Hanania Travel dan melakukan mediasi.
Namun, mediasi tersebut tidak membuahkan hasil hingga akhirnya para calon jemaah membawa pemilik travel dan sejumlah perwakilan perusahaan ke Mapolda Metro Jaya.
Selvi (bukan nama sebenarnya), salah satu calon jemaah, mengatakan bahwa rombongan tiba di Mapolda Metro Jaya sekitar pukul 15.00 WIB dan langsung menuju ruang SPKT di Gedung Pelayanan Satu Atap untuk melanjutkan mediasi.
Ia menegaskan, sampai saat ini belum ada laporan polisi yang dibuat oleh para calon jemaah. Mereka masih berupaya mencari jalan tengah dengan pihak travel.
"Belum, belum kalau itu sih sejauh ini (laporan polisi). Tapi kita biar mau memberikan penekanan juga supaya Farhan ini tegas ngasih kepastian, jadi kita ajak mediasi di Polda," kata Selvi saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Kamis.
Menurut dia, proses mediasi berlangsung alot karena pihak Hanania Travel belum memberikan solusi yang jelas kepada para calon jemaah yang mengalami kerugian hingga ratusan juta rupiah.
Baca juga: Kronologi Jemaah Hanania Travel Gagal Berangkat Umrah hingga Bawa Owner ke Polda Metro
Bahkan, kata Selvi, sejumlah calon jemaah dari luar kota juga datang ke Mapolda Metro Jaya untuk menuntut kejelasan.
"Tadi tuh macam-macam, ada yang dari Bandung juga, Bogor ke sini. Intinya semua minta di-refund aja biar adil," ujarnya.
Hingga berita ini ditayangkan, para calon jemaah dan pemilik Hanania Travel masih melakukan mediasi di dalam Gedung Pelayanan Satu Atap.
Kronologi Jemaah Batal BerangkatSebelumnya, kloter yang pertama kali gagal berangkat umrah adalah kloter Syawal yang seharusnya diterbangkan ke Tanah Suci pada Maret hingga April 2026 lalu.
Mareta, salah satu calon jemaah kloter Syawal, menyebut awalnya persiapan keberangkatan umrah sebenarnya sudah cukup matang.





