Libur panjang minggu ini, yang diawali libur nasional Idul Adha (Rabu, 27/5/2026) disambung cuti bersama, kemudian berlanjut WFH bagi ASN pada Jumat, dan diakhiri dengan libur akhir pekan, Sabtu-Minggu, serta libur nasional hari Pancasila pada Senin 1 Juni menjadikan Ragunan berpotensi tetap dibanjiri pengunjung pada minggu ini.
Penanda waktu baru menunjukkan sekitar pukul 10.00, tetapi parkiran motor sudah terlihat penuh dengan kendaraan yang diparkir rapi.
Di dalam Ragunan, pengunjung terlihat memenuhi jalanan dengan berjalan kaki. Mereka mengelilingi taman margasatwa yang mempunyai koleksi 230 jenis satwa dengan total lebih dari 2.200 ekor hewan yang dipelihara. Menyambangi kandang gajah, dan burung pelikan menjadi favorit sejumlah pengunjung. Sesekali diantara mereka melakukan foto selfie ketika hewan yang ditonton mendekat ke arahnya.
Warga yang tak mau capek berjalan kaki, memilih menyewa sepeda untuk berputar-putar dengan tarif Rp 15.000 per jam atau naik kereta odong-odong untuk mengelilingi kawasan Ragunan seluas 147 hektar selama sekitar 15 menit dengan biaya Rp 20.000.
Untuk pengunjung yang memiliki uang lebih, bisa meminjam sepeda listrik yang tersedia di dalam area taman margasatwa dengan biaya sewa Rp 50.000 setiap jamnya. Namun keberadaan sepeda listrik yang dinaiki anak di bawah umur membuat waswas pengunjung lain dan pedagang di dalam area taman margasatwa, karena beberapa diantaranya memakainya dengan kecepatan di atas rata-rata dan tidak berhati-hati. Bahkan beberapa kali sempat terdengar petugas mengingatkan menggunakan pengeras suara agar orang tua berlaku bijak dengan tidak memberikan sepeda listrik kepada anak di bawah umur.
Teduhnya kawasan Ragunan yang ditumbuhi lebih dari 65 ribu pohon juga menjadi daya tarik tersendiri bagi warga untuk bersantai di bawahnya. Berbekal kerpet palstik atau tikar, sejumlah pengunjung rebahan di bawah pepohonan yang merindanginya.
Salah satu pengunjung yang menikmati rindangnya Ragunan adalah Hanafi. Lelaki berusia 57 tahun ini menggunakan Ragunan sebagai titik pertemuan keluarga besarnya, yang tinggalnya berpencaran. Ada yang tinggal di Tangerang, Marunda, Bogor, Cengkareng, dan bahkan Ponorogo, Jawa Timur.
Saat ditemui, Hanafi dan keluarga besarnya tengah menyantap bekal makan siangnya yang ia bawa dari rumah, di bawah keteduhan pepohonan. “Sengaja bertemu di sini karena tempatnya adem dan yang paling penting, murah meriah”, katanya.
Tarif masuk Taman Margsatwa Ragunan memang bersahabat bagi kantong, terutama untuk masyarakat menengah ke bawah. Tiket orang dewasa Rp 4 ribu, anak-anak Rp 3 ribu. Untuk parkir motor/mobil dikenakan Rp 3 ribu/Rp 6 ribu perhari. Maka tak heran jika Ragunan yang berada di bawah naungan Pemprov DKI Jakarta ini selalu ramai dikunjungi warga dari waktu ke waktu.





