Istanbul (ANTARA) - China, Kamis (28/5) menyatakan kekhawatiran atas langkah Jepang membentuk dewan intelijen nasional baru, demikian menurut laporan media pemerintah.
Parlemen Jepang, Rabu (27/5) melalui pemungutan suara mayoritas, mengesahkan undang-undang untuk membentuk badan yang bertujuan memperkuat kemampuan intelijen pemerintah tersebut.
Dewan itu akan dipimpin langsung oleh perdana menteri Jepang, dengan biro intelijen nasional sebagai pelaksana operasional, sekaligus menyatukan fungsi-fungsi intelijen Jepang yang sebelumnya terpisah di bawah satu komando terpadu.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning, seperti dikutip kantor berita Xinhua, mengatakan Beijing mencermati perkembangan terkait yang memicu kontroversi dan keraguan baik di dalam maupun luar Jepang.
"Secara historis, badan-badan intelijen Jepang membantu meletakkan dasar bagi militerisme Jepang dan perang agresinya, serta melakukan tak terhitung kejahatan terhadap negara-negara tetangga di Asia dan rakyat Jepang sendiri," kata Mao.
Mao juga mendesak para pemimpin Jepang untuk "mengambil pelajaran dari sejarah dan bertindak secara hati-hati."
Sumber: Anadolu
Baca juga: Jepang-Filipina siap bentuk pakta intelijen di tengah kecemasan China
Baca juga: China siap buru mata-mata Jepang usai kebocoran informasi rahasia
Parlemen Jepang, Rabu (27/5) melalui pemungutan suara mayoritas, mengesahkan undang-undang untuk membentuk badan yang bertujuan memperkuat kemampuan intelijen pemerintah tersebut.
Dewan itu akan dipimpin langsung oleh perdana menteri Jepang, dengan biro intelijen nasional sebagai pelaksana operasional, sekaligus menyatukan fungsi-fungsi intelijen Jepang yang sebelumnya terpisah di bawah satu komando terpadu.
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Mao Ning, seperti dikutip kantor berita Xinhua, mengatakan Beijing mencermati perkembangan terkait yang memicu kontroversi dan keraguan baik di dalam maupun luar Jepang.
"Secara historis, badan-badan intelijen Jepang membantu meletakkan dasar bagi militerisme Jepang dan perang agresinya, serta melakukan tak terhitung kejahatan terhadap negara-negara tetangga di Asia dan rakyat Jepang sendiri," kata Mao.
Mao juga mendesak para pemimpin Jepang untuk "mengambil pelajaran dari sejarah dan bertindak secara hati-hati."
Sumber: Anadolu
Baca juga: Jepang-Filipina siap bentuk pakta intelijen di tengah kecemasan China
Baca juga: China siap buru mata-mata Jepang usai kebocoran informasi rahasia




