PCNU Kota Surabaya kembali menerima amanah 13 ekor sapi kurban pada momentum Iduladha 1447 Hijriah untuk disalurkan kepada masyarakat melalui Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) se-Kota Surabaya.
Hewan kurban tersebut berasal dari berbagai unsur pemerintahan, aparat keamanan, dunia usaha, partai politik, tokoh masyarakat, hingga mitra kelembagaan yang selama ini menjalin sinergi bersama Nahdlatul Ulama.
Kepercayaan berbagai pihak kepada PCNU Surabaya dalam menyalurkan hewan kurban itu dinilai menjadi bukti kuat, bahwa NU tidak hanya hadir sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga menjadi simpul kebersamaan dan perekat sosial masyarakat Kota Surabaya.
Dari total 13 ekor sapi, sebanyak 9 ekor didistribusikan kepada 9 MWCNU se-Kota Surabaya. Sementara sisanya disalurkan untuk kebutuhan sosial dan masyarakat di lingkungan sekitar.
Adapun, penentuan MWCNU penerima sapi dilakukan melalui sistem undian yang digelar sehari sebelum Iduladha. Sistem tersebut diterapkan sebagai bentuk komitmen PCNU Surabaya dalam menjaga keadilan, transparansi, dan kebersamaan antar pengurus di semua tingkatan.
Nurcholis Ketua Panitia Kurban PCNU Surabaya mengatakan, sistem undian dipilih agar seluruh pengurus memiliki kesempatan yang sama.
“Alhamdulillah, tahun ini PCNU Surabaya kembali mendapatkan amanah hewan kurban dari banyak pihak yang memiliki kepedulian terhadap Nahdlatul Ulama dan masyarakat Surabaya. Kami sengaja menggunakan sistem undian agar semuanya berjalan adil, transparan, dan penuh rasa kekeluargaan. Dengan cara ini tidak ada yang merasa dianaktirikan ataupun diprioritaskan,” ujarnya.
Menurut Nurcholis, Iduladha menjadi momentum untuk memperkuat ukhuwah dan persaudaraan di lingkungan Nahdliyin Surabaya.
“Kami ingin Iduladha ini menjadi momentum mempererat ukhuwah basyariah di lingkungan Nahdliyin Surabaya. Yang tahun ini belum mendapatkan sapi melalui undian, insyaallah tahun depan bisa memperoleh kesempatan. Semua tetap bagian dari keluarga besar NU yang harus terus dijaga kebersamaannya,” tambahnya.
Ia juga menegaskan pentingnya menjaga semangat gotong royong di tengah dinamika sosial masyarakat yang semakin kompleks.
“NU mengajarkan pentingnya kebersamaan dan kebermanfaatan. Karena itu, kegiatan kurban ini bukan sekadar seremoni tahunan, tetapi bagian dari dakwah sosial untuk menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Sementara itu, KH. Masduki Toha Ketua PCNU Surabaya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mempercayakan hewan kurbannya melalui PCNU Surabaya.
“Ini bukan sekadar penyaluran hewan kurban, tetapi juga simbol kuatnya ukhuwah basyariah dan sinergi sosial di Kota Surabaya. Kami bersyukur banyak pihak mempercayakan hewan kurbannya kepada PCNU Surabaya. Mulai dari pemerintah, aparat keamanan, dunia usaha, hingga mitra kelembagaan semuanya menunjukkan kepedulian yang luar biasa,” tuturnya.
Menurut KH. Masduki, persoalan masyarakat harus diselesaikan secara bersama-sama melalui kolaborasi seluruh elemen.
“NU tidak bisa berjalan sendiri. Dibutuhkan kebersamaan dan gotong royong dari semua elemen. Karena itu kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah ikut berbagi kebahagiaan Iduladha bersama warga Nahdliyin dan masyarakat Surabaya. Semoga seluruh amal ibadah kurban diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi Kota Surabaya,” lanjutnya.
Dukungan dari unsur aparat keamanan juga menunjukkan eratnya hubungan sinergis antara kepolisian dan elemen masyarakat melalui momentum Iduladha. Penyerahan hewan kurban dari Polrestabes Surabaya, diserahkan langsung oleh Kombes Pol. Dr. Luthfie Sulistiawan Kapolrestabes, pada Rabu (27/5/2026) di Mapolrestabes Surabaya.
Kombes Luthfie menyampaikan bahwa bantuan hewan kurban tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kedekatan sosial dan kebersamaan dengan masyarakat melalui PCNU Surabaya.
“Kami melihat PCNU Surabaya memiliki peran besar dalam menjaga kondusivitas, persatuan, dan nilai-nilai kebangsaan di tengah masyarakat. Karena itu kami merasa bahagia dapat ikut berpartisipasi dalam momentum Iduladha ini. Semoga hewan kurban yang diberikan dapat membawa manfaat dan keberkahan bagi masyarakat yang menerima,” ujarnya.
Ia juga berharap sinergi antara aparat keamanan dan tokoh agama terus diperkuat demi menjaga keharmonisan Kota Surabaya.
“Kebersamaan seperti ini penting untuk terus dirawat. Ulama dan aparat memiliki tanggung jawab bersama menjaga persatuan, ketenteraman, dan semangat gotong royong di tengah masyarakat,” tambahnya.
Dukungan juga datang dari dunia usaha. Vincentius Jonany dari CV Victory Jaya Indonesia Surabaya mengaku bersyukur dapat kembali berkurban melalui PCNU Surabaya.
“Bagi kami, Iduladha adalah momentum berbagi dan memperkuat nilai kemanusiaan. Kami percaya PCNU Surabaya memiliki kepedulian sosial yang besar dan distribusinya tepat sasaran. Karena itu kami merasa senang bisa ikut ambil bagian dalam kegiatan kurban tahun ini,” ungkapnya.
Menurut Vincentius, kolaborasi antara dunia usaha dan organisasi sosial keagamaan perlu terus diperkuat demi menciptakan manfaat lebih luas bagi masyarakat.
“Dunia usaha tidak hanya bicara soal bisnis, tetapi juga memiliki tanggung jawab sosial. Ketika pemerintah, ulama, aparat, dan pengusaha bisa berjalan bersama, maka manfaatnya akan lebih besar untuk masyarakat,” tambahnya.
Proses distribusi hewan kurban di lingkungan PCNU Surabaya berlangsung tertib, lancar, dan penuh nuansa kekeluargaan. Para pengurus MWCNU mengikuti mekanisme undian dengan antusias sambil tetap menjaga semangat persaudaraan.
Momentum Iduladha 1447 H ini juga mencerminkan kuatnya jejaring sosial yang selama ini dibangun PCNU Surabaya bersama berbagai elemen masyarakat dan mitra kelembagaan. (mar/bil/faz)




