Liputan6.com, Jakarta - Calon jemaah meluapkan emosinya ke Hanania Travel lantaran gagal berangkat umrah. Mereka lalu menggeruduk kantor cabang Hanania Travel di gedung EightyEight, Mal Kota Kasablanka (Kokas), Jakarta Selatan.
Dalam pertemuan itu, calon Jemaah melakukan mediasi untuk mencari jalan keluar. Namun, pertemuan berubah ricuh, menyisakan satu pertanyaan yang belum juga mendapat jawaban pasti. Sadar pertemuan menemui jalan buntu, mereka membawa pemilik travel tersebut, Farhan ke Mapolda Metro Jaya pada Kamis (28/5/2026) sore.
Advertisement
Vivi, calon jemaah asal Bekasi, berada di tengah kerumunan itu. Pertemuan yang semula ditujukan untuk mencari jalan keluar berubah ricuh, lalu menyisakan satu pertanyaan yang belum juga mendapat jawaban pasti.
Vivi mengaku memilih Hanania Travel karena percaya pada reputasi yang ia dengar dari orang-orang terdekatnya. Seorang teman merekomendasikan travel tersebut. Pelayanannya baik dan pengelolaannya terlihat meyakinkan. Bagi Vivi, itu cukup untuk menaruh kepercayaan.
Dia mengambil paket perjalanan Dubai untuk dua orang dengan harga Rp 34,9 juta per orang. Keberangkatan dijadwalkan pada 13 Juni 2026. Namun rasa aman itu mulai retak sejak Maret 2026.
Menurut Vivi, kabar soal persoalan keberangkatan sebenarnya sudah terdengar sejak saat itu. Meski demikian, pihak owner terus meyakinkan calon jemaah bahwa masalah sebelumnya tidak akan terulang.
“Katanya enggak bakal terjadi di bulan Syawal kemarin ini. Ternyata ending-nya bakal kayak gini lagi,” ujar dia.
Vivi mengaku belum pernah duduk langsung dalam mediasi dengan pihak Hanania Travel. Selama ini, informasi yang ia terima hanya berasal dari percakapan di grup jemaah. Pertemuan hari itu menjadi kali pertama ia berhadapan langsung dengan sang owner.
Namun kesempatan itu tak berjalan seperti yang dibayangkan. Vivi mengaku bahkan belum sempat banyak bertanya. Penjelasan soal gagalnya keberangkatan hanya disampaikan singkat. Dana disebut telah dipakai untuk memberangkatkan jemaah periode sebelumnya.
“Katanya uangnya terpakai buat ngeberangkatin di bulan sebelumnya, Syawal,” ujarnya.




