Washington: Badan Penerbangan dan Antariksa Nasional Amerika Serikat (NASA) mengumumkan serangkaian misi eksplorasi tanpa awak sebagai bagian dari langkah menuju pembangunan pangkalan permanen di Bulan.
Mengutip Asia Today, Kamis, 28 Mei 2026, pengumuman fase awal proyek tersebut disampaikan dalam konferensi pers di kantor pusat NASA di Washington, DC, pada 26 Mei waktu setempat.
NASA menyebut telah mengamankan kontrak bernilai ratusan juta dolar dengan empat perusahaan kedirgantaraan Amerika Serikat untuk mendukung proyek tersebut.
Perusahaan Blue Origin milik Jeff Bezos ditunjuk memasok dua wahana pendarat bulan yang akan mengangkut kendaraan eksplorasi ke wilayah kutub selatan Bulan.
Kendaraan eksplorasi bernama Lunar Terrain Vehicles (LTV) itu dikembangkan perusahaan rintisan Astrolab dan Lunar Outpost.
Sementara itu, Firefly Aerospace dijadwalkan mengirim drone pertama ke permukaan Bulan.
NASA menargetkan seluruh perangkat keras tersebut sudah tiba di Bulan sebelum 2028, mendahului misi pendaratan astronot Artemis.
Pengumuman ini disampaikan kurang dari dua bulan setelah keberhasilan misi Artemis II yang membawa empat astronot mengorbit Bulan dan menjelajah lebih jauh dibanding ekspedisi Apollo era 1960-an. Artemis III Misi Artemis III sendiri dijadwalkan diluncurkan tahun depan untuk menguji penyambungan orbital antara kapsul Orion milik NASA dengan wahana pendarat bulan buatan Blue Origin dan SpaceX.
NASA menyebut fase kedua proyek akan dimulai pada 2029 hingga awal 2030-an dengan fokus pembangunan infrastruktur permanen, termasuk jaringan listrik lokal di Bulan.
Selanjutnya, fase ketiga pada dekade 2030-an akan mencakup peluncuran modul hunian permanen yang memungkinkan astronot tinggal dalam jangka panjang.
“Pada saat itu, kita akan berada dalam posisi untuk menyatakan bahwa kita sedang membangun kehadiran permanen, dan kita akan tetap di sana,” kata Manajer Proyek Pangkalan Bulan NASA Carlos Garcia Galan.
Administrator NASA Jared Isaacman mengatakan proyek tersebut ditujukan untuk mendukung penelitian ilmiah serta menjadi fondasi eksplorasi manusia ke Mars di masa depan.
“Bagi mereka yang telah menunggu dengan sabar, kembalinya yang besar sudah dekat. Kami tidak mengurangi momentum kami, dan ini hanyalah permulaan,” ujar Isaacman.
Baca juga: NASA Luncurkan Misi Artemis II ke Bulan




