Lebak: Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Lebak, Banten, melakukan pemetaan areal persawahan rawan kekeringan menyusul prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terjadi kemarau panjang pada 2026. Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan, saat ini pihaknya melakukan penguatan sistem peringatan dini.
"Sistem ini dirancang untuk memberikan informasi awal kepada petani agar mereka dapat mempersiapkan diri lebih awal dan mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan dampak dari kemarau panjang dengan melakukan berbagai kegiatan," jelas dia di Lebak, Kamis, 28 Mei 2026, melansir Antara.
Baca Juga :
El Nino Bisa Perpanjang Kemarau di IndonesiaSelain itu, optimalisasi pengelolaan air juga digalakkan melalui irigasi dan pompanisasi agar ketersediaan air untuk pertanian dapat lebih terjamin Begitu juga memetakan titik areal persawahan yang rawan kekeringan saat kemarau, serta mempercepat rehabilitasi jaringan irigasi di sejumlah sentra pertanian.
"Kami melakukan optimalisasi infrastruktur pertanian dengan memperbaiki jaringan irigasi, pemanfaatan embung, dan jaringan irigasi pompa di sejumlah sentra pertanian," jelas dia.
Ilustrasi - Kekeringan. (ANTARA/Raisan Al Farisi/dok)
Rahmat mengatakan, pihaknya menargetkan penanaman padi seluas 17.000 hektare pada Mei 2026. Berdasarkan pemetaan, areal persawahan yang rawan kekeringan di Kabupaten Lebak akibat tidak memiliki jaringan irigasi di sejumlah kecamatan.
Namun, pihaknya tetap mengoptimalkan penggunaan jaringan irigasi pompanisasi yang mengambil sumber air dari daerah aliran sungai maupun embung.
"Kami meyakini dengan melakukan peringatan dini ini dapat diantisipasi musim kemarau agar tetap menghasilkan produksi pangan," kata Rahmat.




