JAKARTA, KOMPAS.com - Lahan terbatas bukan menjadi halangan untuk warga RW 01, Tugu Utara, Koja, Jakarta Utara, untuk membangun kebun anggur penghasil cuan.
Sejak 2021, gang sempit di kawasan tersebut diubah menjadi kebun anggur produktif yang buahnya bisa dipanen sebanyak dua kali dalam satu tahun.
Pohon-pohon anggur tumbuh merambat di atas pemukiman padat penduduk di RW 01.
Pengelola Kebun Anggur sekaligus Ketua RT 07 RW 01, Dani Arwanto (51), mengatakan dalam satu kali panen 50 pohon anggur di wilayahnya bisa menghasilkan buah puluhan kilo.
"Jika ditotal, sekali panen bisa mencapai 50 hingga 100 kilogram jika cuaca bagus dan tidak terkendala hujan," ucap Dani ketika ditemui Kompas.com di lokasi, Selasa (26/5/2026).
Baca juga: Melepas Bayang-Bayang Eks Lokalisasi, Gang Sempit di Koja Jakut Disulap Jadi Kebun Anggur
Satu kilo anggur biasa dijual dengan harga Rp 70.000 hingga Rp 90.000 tergantung dari jenisnya.
Selain buahnya, warga RW 01 juga menjual bibit anggur dan menyediakan jasa untuk memberikan pelatihan budidaya buah itu.
Penghasilan dari budidaya anggur tersebut pun dikumpulkan oleh warga untuk mendukung operasional penanaman selanjutnya.
Perbaikan lingkunganDinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) mengapresiasi dan memberi dukungan penuh terhadap upaya warga yang berhasil mengubah lahan terbatas dan sempat terbengkalai menjadi perkebunan anggur.
Sebab, berhasilnya kebun anggur itu tidak hanya mendatangkan peluang ekonomi baru untuk warga, tetapi juga bermanfaat untuk memperbaiki lingkungan.
"Upaya tersebut merupakan contoh nyata partisipasi masyarakat dalam memanfaatkan lahan tidak produktif menjadi area yang bernilai ekonomi, edukasi, sekaligus memperbaiki kualitas lingkungan perkotaan," tutur Hasudungan ketika dihubungi Kompas.com, Selasa.
Ia menilai, apa yang sudah dilakukan warga RW 01 seharusnya bisa menjadi inspirasi untuk wilayah lain di Jakarta dalam penanganan lahan tidur maupun kawasan rawan genangan agar lebih produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
Baca juga: Mengintip Cuan Warga Koja Jakut Panen Ratusan Kilo Anggur, Kikis Stigma Eks Lokalisasi
Hasudungan bilang, pada dasarnya tanaman anggur memang berpotensi untuk dibudidayakan di kawasan Koja, Jakarta Utara, meski dekat dengan pesisir.
Pasalnya, anggur merupakan tanaman yang membutuhkan intensitas sinar matahari tinggi, sirkulasi udara yang baik, dan kondisi lahan yang tidak tergenang.
Karakter iklim panas di wilayah pesisir Jakarta justru dapat mendukung pertumbuhan vegetatif maupun pembuahan apabila pengelolaannya dilakukan dengan baik.





