DPP GEMURA Sayangkan Kegaduhan Polemik Kurban Presiden Prabowo

jpnn.com
1 jam lalu
Cover Berita

jakarta.jpnn.com - Dewan Pimpinan Pusat Gerakan Muda untuk Rakyat (DPP GEMURA) menyayangkan polemik yang terus berkembang terkait bantuan hewan kurban Presiden Prabowo Subianto yang pengadaannya menggunakan APBN melalui program Bantuan Kemasyarakatan Presiden (Banmaspres).

DPP GEMURA menilai perdebatan yang berkembang di ruang publik seharusnya ditempatkan secara proporsional dan tidak menimbulkan kegaduhan yang berpotensi memecah belah masyarakat.

BACA JUGA: Karman BM Anggap Prabowo Berkurban Bentuk Keteladanan Pemimpin

Koordinator Presidium DPP GEMURA Rajih Musa'ad, mengatakan kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan bagian yang sah dalam kehidupan demokrasi. 

Namun, dia menilai kritik harus disampaikan secara bertanggung jawab dengan mengedepankan data, argumentasi hukum, dan etika publik yang sehat.

BACA JUGA: Apresiasi Pidato Prabowo, Karman BM Berharap Hilirisasi Harus Jadi Jalan Menuju Keadilan Ekonomi

“Demokrasi memberikan ruang bagi masyarakat untuk mengawasi dan mengkritisi kebijakan pemerintah. Akan tetapi, kritik juga harus dibangun di atas fakta dan argumentasi yang objektif, bukan sekadar untuk menciptakan kegaduhan atau membangun persepsi negatif di tengah masyarakat,” ujar Rajih Musa'ad, Kamis (28/5).

Menurut Rajih, hingga saat ini bantuan hewan kurban presiden merupakan program yang dijalankan melalui mekanisme negara dan telah dianggarkan secara resmi. 

BACA JUGA: Presiden Prabowo Minta Masyarakat Merekam Aparat yang Sewenang-wenang

Karena itu, perdebatan yang berkembang seharusnya tidak diarahkan pada upaya membenturkan nilai keagamaan dengan kebijakan sosial yang ditujukan untuk membantu masyarakat.

“Kalau ada perbedaan pandangan, silakan disampaikan melalui jalur yang tepat dan berdasarkan argumentasi yang kuat. Namun, jangan sampai momentum Iduladha yang seharusnya menghadirkan suasana kebersamaan justru dipenuhi narasi saling menyerang dan memperuncing perbedaan,” katanya.

Rajih menegaskan Iduladha merupakan momentum untuk memperkuat solidaritas sosial, kepedulian terhadap sesama, serta semangat persatuan di tengah berbagai perbedaan pandangan politik yang ada di masyarakat.

“Iduladha mengajarkan keikhlasan, pengorbanan, dan kepedulian terhadap sesama. Nilai-nilai itu yang seharusnya kita kedepankan. Jangan sampai perbedaan pilihan politik membuat kita kehilangan rasa persaudaraan, akal sehat, dan komitmen menjaga persatuan bangsa,” tegasnya.

Di sisi lain, DPP GEMURA juga melaksanakan kegiatan penyembelihan dan penyaluran hewan kurban pada Iduladha 1447 Hijriah.

DPP GEMURA menyalurkan satu ekor sapi dan dua ekor kambing kepada masyarakat dan lingkungan sekitar dengan melibatkan kader serta relawan organisasi.

DPP GEMURA mengajak seluruh elemen masyarakat terus menjaga kondusivitas nasional, memperkuat solidaritas sosial, serta membangun budaya demokrasi yang sehat, dewasa, dan berorientasi pada persatuan bangsa. (jos/jpnn) 


Redaktur & Reporter : Ragil


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kemenag Dukung Aparat Usut Kasus Pembubaran Ibadah di Gereja Bantul
• 13 jam lalurctiplus.com
thumb
Tebar keberkahan Idul Adha, Bank BSN salurkan ratusan hewan kurban
• 16 jam laluantaranews.com
thumb
Terungkap, Ini Posisi Baru Bojan Hodak usai Berikan Tiga Gelar Juara Persib Bandung
• 18 jam lalukompas.tv
thumb
Prabowo disambut pelukan hangat oleh Macron saat tiba di Istana Elysee
• 2 jam laluantaranews.com
thumb
Lebih dari 20 Proyek Pengendali Banjir Jakarta Dikebut hingga 2027
• 10 jam lalukompas.com
Berhasil disimpan.