Rasanya Manis dan Segar, Tapi dr Zaidul Akbar Sebut Buah dan Obat ini Bisa Berbahaya Bila Kerap Dikonsumsi 

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

tvOnenews.com - Buah merupakan salah satu jenis makanan sehat yang memiliki banyak manfaat bagi tubuh. 

Kandungan vitamin, mineral, serta serat di dalam buah menjadikannya baik untuk menunjang kesehatan sehari-hari.

Namun dibalik manfaat tersebut, ada beberapa jenis buah yang ternyata bisa menimbulkan dampak berbahaya apabila dikonsumsi bersamaan dengan obat tertentu, bahkan berisiko memicu serangan jantung.

Seorang dokter sekaligus praktisi pengobatan sunnah yang cukup dikenal di Indonesia, dr Zaidul Akbar, kerap menyampaikan dakwah mengenai pengobatan alami di berbagai kesempatan.

Dalam salah satu ceramahnya, ia menjelaskan bahwa kombinasi antara buah tertentu dengan golongan obat tertentu dapat menimbulkan efek buruk bagi kesehatan, termasuk meningkatkan risiko serangan jantung.

Buah dan obat pemicu serangan jantung

Dilansir tvOnenews.com dari YouTube Berbagi ilmu,Ada beberapa jenis buah yang sebaiknya tidak dikonsumsi, terutama buah yang rasanya terlalu manis dan tidak memiliki biji.

Pasalnya, buah dengan ciri seperti itu dicurigai merupakan hasil rekayasa transgenik yang membuat ukurannya menjadi lebih besar.

"Jangan makan pisang yang gak ada biji. Kalau pisang gak ada biji, maka nenek moyang dia bibitnya, kemungkinan besar transgenik," ujar dr Zaidul Akbar.

Buah transgenik merupakan buah yang telah mengalami perubahan atau rekayasa pada struktur gennya. 

"Jadi kalau Anda beli anggur, jangan beli anggur yang gak ada bijinya. Karena dasarnya anggur apa, pake biji," ujar dr Zaidul Akbar.

Potret dr Zaidul Akbar
Sumber :
  • Tangkapan Layar YouTube dr Zaidul Akbar Official

dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa di Amerika Serikat, produk hasil GMO (Genetically Modified Organism) sudah banyak beredar di masyarakat. “Artinya tanaman yang dimodifikasi secara genetik,” jelasnya.

Selain itu, ia juga menyinggung adanya obat-obatan kimia tertentu yang disebut dapat memicu serangan jantung, khususnya obat penurun kolesterol.

Ia kemudian memaparkan mekanisme kolesterol di dalam tubuh. Menurutnya, kolesterol merupakan bahan dasar dalam pembentukan hormon. 

"Ketika kolesterolnya di stop, jadi obat-obat sintetik itu dia akan membatasi, menyetop kolesterol sehingga apa kolesterol yang jahatnya, katanya turun," papar dr Zaidul Akbar.

Lebih lanjut, ia menyebut bahwa berdasarkan keterangan dari Food and Drug Administration atau FDA, obat golongan statin disebut memiliki risiko menyebabkan serangan jantung.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Naskah Khutbah Jumat Singkat 29 Mei 2026: Jangan Keliru, Penyebab Hewan Kurban Menangis saat Mau Disembelih
• 7 jam lalutvonenews.com
thumb
Serangan Israel di Lebanon Tewaskan 56 Orang dalam Sehari, Ribuan Warga Jadi Korban
• 16 jam lalupantau.com
thumb
Pemkot Bandung Targetkan Lelang Ulang Kebun Binatang Rampung Pekan Ini
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
IKA Smansa 81 Makassar Salurkan 5 Ekor Hewan Kurban, Pererat Silaturahmi Alumni dan Masyarakat
• 15 jam laluharianfajar
thumb
Michelle Joan Tetap Aktif Main Padel Meski Cedera, Jalani Fisioterapi Rutin
• 13 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.