Kebakaran di permukiman padat penduduk di Gang 2, Jalan Krendang Barat, Tambora, Jakarta Barat, Kamis (28/5), diduga berasal dari korsleting kipas gantung di salah satu rumah kontrakan.
Hal itu disampaikan Agus (48 tahun), warga yang juga saksi mata tinggal di rumah samping titik awal api.
Agus mengatakan awalnya dia melihat asap sekitar 19.30 WIB, setelah itu muncul teriakan seorang anak tetangga karena melihat asap di atas bangunan sebuah rumah kontrakan.
"Jam setengah delapan, habis Isya," kata Agus saat ditemui di lokasi kebakaran, Kamis (28/5).
"Awal kita melihat awal asap dulu nih. Pas dari asap, anak si mbak ini (tetangganya) nih teriak," ujar Agus.
Mulanya asap tak begitu tebal. Namun, disusul percikan api yang diduga dari kipas gantung. Api cepat membesar karena bangunan didominasi material kayu.
"Kipas yang gantung atas. Korslet. Mungkin dia kepanasan, yang ngontraknya nggak ada," katanya.
Saat kejadian, lanjut Agus, penghuni kontrakan disebut sedang tidak berada di rumah. Api kemudian dengan cepat merembet ke bagian lain bangunan.
"Awal asap kayak asap rokok lah. Nah, baru tuh timbul percikan api. Naik tuh dia, apinya ke kayu-kayu, merembet. Sudah apinya keluar tuh langsung membeludak," tutur Agus.
Ketika api makin membesar, Agus langsung membangunkan mertua dan menyelamatkan ketiga anaknya. Ia hanya sempat membawa dokumen penting dan telepon genggam.
"Bareng-bareng cuma hanya surat-surat aja kita sama HP sudah. HP penting ya buat komunikasi sama surat-surat yang KK atau surat-surat penting yang kayak buku nikah gitu kan," katanya.
Adapun, kebakaran di kawasan Tambora itu kini telah padam. Pendinginan sudah dilakukan sejak pukul 21.17 WIB setelah api berhasil dipadamkan pada pukul 20.56 WIB. Sebanyak 21 unit mobil pemadam dengan 105 personel dikerahkan dalam dua tahap penanganan kebakaran.
Polisi memastikan tak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut.
"Iya (valid), enggak ada (korban jiwa)," kata Kapolsek Tambora, AKP Wahyu Hidayat, saat dihubungi.
Wahyu mengatakan 33 rumah warga terdampak kebakaran ini. Saat ini sekitar 115 keluarga yang mengungsi.
"Hasil ini data sementara, itu sekitar 115 kartu keluarga," ucap Wahyu.





