REPUBLIKA.CO.ID, BADUNG, – Kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pada Maret 2026 mengalami pertumbuhan tertinggi di Asia Tenggara, demikian disampaikan oleh Menteri Pariwisata, Widiyanti Putri Wardhana, saat pembukaan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026 di Kabupaten Badung, Kamis malam.
Meski masih berada di peringkat kelima di bawah Malaysia, Thailand, Vietnam, dan Singapura, Indonesia menunjukkan peningkatan pertumbuhan yang signifikan. Pada Maret 2026, kunjungan wisman ke Indonesia naik 10,50 persen, lebih tinggi dibandingkan negara-negara lain yang hanya tumbuh antara 2 hingga 10 persen.
Menpar Widiyanti menekankan bahwa pertumbuhan ini memberikan harapan untuk mengejar jumlah kunjungan agar tidak tertinggal jauh. Ia menyebut, "Untuk bulan Maret kemarin, Indonesia kunjungannya meningkat paling tinggi dibandingkan Thailand dan Malaysia, jadi nomor satu begitu pertumbuhannya."
Di tengah kondisi global yang berubah akibat perang di Timur Tengah, strategi pariwisata Indonesia turut beradaptasi. Menpar Widiyanti mengalihkan fokus pasar dari Eropa dan Timur Tengah ke negara-negara Asia, seperti Asia Tenggara, Asia Timur, Oseania, dan India. "Kami gencarkan promosinya sehingga kita juga menikmati pertumbuhan dari wisatawan ini," tambahnya.
Pemerintah juga berencana meningkatkan aksesibilitas melalui pembukaan rute baru bekerja sama dengan maskapai, serta berkolaborasi dengan Kementerian Perhubungan untuk menyiasati insentif pengurangan harga tiket. Diharapkan, pameran BBTF 2026 dapat membantu meningkatkan potensi kunjungan melalui kerja sama dengan pelaku perjalanan internasional.
.rec-desc {padding: 7px !important;} Konten ini diolah dengan bantuan AI.