Final Liga Champions 2025-2026 akan mempertemukan Paris Saint-Germain melawan Arsenal dalam laga puncak yang digelar di Budapest, Sabtu (30/5/2026), dengan tensi tinggi antara tim berstatus juara bertahan dan penantang yang mengejar gelar perdana. Pertandingan ini menjadi sorotan besar karena mempertemukan kekuatan dominan Eropa melawan ambisi sejarah klub asal London tersebut.
Paris Saint-Germain datang ke final dengan status unggulan setelah tampil konsisten sepanjang musim dan mempertahankan reputasi sebagai salah satu tim terkuat di Eropa. Skuad asuhan Luis Enrique itu juga membawa pengalaman besar setelah sukses mempertahankan gelar Liga Champions musim sebelumnya.
Perjalanan PSG menuju final terbilang impresif setelah mereka menyingkirkan sejumlah klub besar Liga Inggris secara beruntun. Tottenham Hotspur, Chelsea, hingga Liverpool menjadi korban dominasi Les Parisiens di fase gugur musim ini.
Tak hanya itu, PSG juga mencatat rekor tak terkalahkan saat menghadapi wakil Inggris sepanjang kompetisi musim ini. Statistik tersebut membuat banyak pihak menilai PSG berada di jalur kuat untuk kembali menjadi juara Liga Champions.
Namun, di tengah dominasi statistik tersebut, muncul pernyataan mengejutkan dari legenda Arsenal, Robert Pires, yang justru memberikan prediksi berbeda. Ia secara tegas menyebut mantan klubnya memiliki peluang besar untuk mengalahkan PSG di partai final.
“Paris Saint-Germain tidak akan memenangi Liga Champions, titik,” kata Robert Pires kepada Canal+.
Pires menilai PSG datang ke final dalam kondisi yang kurang ideal secara mental karena sudah terlalu puas dengan capaian domestik. Ia juga menyoroti potensi turunnya intensitas permainan PSG di laga bertekanan tinggi seperti final.
“Saya melihat pemain-pemain Paris sudah kurang lapar untuk kemenangan. Mereka akan datang dengan sedikit terlalu percaya diri,” ujarnya.
Menurutnya, kondisi tersebut bisa menjadi celah besar bagi Arsenal untuk mengambil keuntungan di laga puncak. Ia percaya tekanan final justru akan membuat Arsenal tampil lebih agresif dan disiplin.
Di sisi lain, Arsenal datang ke final dengan motivasi besar untuk mengakhiri penantian panjang gelar Liga Champions pertama mereka. Tim asuhan Mikel Arteta itu disebut membawa semangat baru setelah tampil konsisten sepanjang kompetisi musim ini.
Baca Juga: FIFA Kaget, Amerika Serikat Ogah Terima Kehadiran Timnas Iran di Piala Dunia 2026
Pertemuan ini juga menjadi menarik karena mempertemukan dua gaya berbeda, di mana PSG mengandalkan dominasi dan pengalaman, sementara Arsenal mengandalkan determinasi dan momentum kejutan. Hal ini membuat final di Budapest diprediksi berlangsung ketat sejak menit awal.
Secara keseluruhan, laga ini bukan hanya soal siapa yang lebih kuat di atas kertas, tetapi juga soal mentalitas di panggung terbesar Eropa. Final ini pun berpotensi menjadi salah satu laga paling menentukan dalam sejarah kedua klub.





