TNI Bantah Serobot Lahan Warga untuk Pembangunan Batalyon Teritorial

kompas.com
20 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Markas Besar (Mabes) TNI membantah telah menyerobot lahan masyarakat untuk pembangunan Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP)

“Jadi, tidak benar kalau disebut pembangunan Yon TP menerobot lahan masyarakat,” kata Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI Brigjen TNI Muhammad Nas, kepada Kompas.com, Kamis (28/5/2026).

Nas menyampaikan, pembangunan Yon TP dilakukan di atas lahan negara yang telah dikoordinasikan dengan instansi terkait.

TNI Angkatan Darat (AD) menargetkan mempunyai 750 satuan di tingkat kabupaten/kota di seluruh Indonesia.

Baca juga: Mabes TNI Pastikan Pembangunan Batalyon Teritorial Berdiri di Atas Lahan Negara

Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono mengatakan, satuan-satuan tersebut terdiri dari batalion teritorial pembangunan (YTP) hingga satuan bantuan tempur dan administrasi.

“Adapun ke depan, konsep pembangunan ini merupakan bagian dari desain besar pembentukan kekuatan di tingkat kabupaten/kota, dengan rencana sekitar 750 satuan yang terdiri dari 593 YTP serta 157 satuan bantuan tempur dan bantuan administrasi,” ungkap Donny, saat dikonfirmasi, Kamis (23/4/2026).

Kementerian Pertahanan (Kemenhan) menargetkan membangun 150 Batalyon Teritorial Pembangunan (Yon TP) dalam setiap tahun.

“Dan rencana setiap tahun akan dibangun 150 Batalyon Teritorial Pembangunan,” kata Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait saat ditemui di Kementerian Pertahanan, Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Dalam rapat bersama Komisi I DPR RI, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin menyebut bahwa ketiadaan pasukan militer di tingkat kabupaten hingga banyaknya begal dan kriminalitas di pelbagai tempat turut menjadi alasan pemerintah membentuk 750 batalion baru sampai 2029.

“Apa yang terjadi? Begal kriminal itu yang besar sekali," ujar Sjafrie, dalam rapat Komisi I DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2026).

Baca juga: Menhan: Batalyon Teritorial Pembangunan Simbol Kehadiran Negara

Sjafrie menuturkan, setelah TNI menempatkan batalion dan membangun pangkalan di daerah yang diambilnya sebagai contoh itu, begal dan kriminal seketika hilang di atas 50 persen dari daerah itu.

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sebab, kata dia, tugas batalion teritorial pembangunan termasuk melakukan patroli keliling dengan kendaraan yang disiapkan oleh industri pertahanan.

"Membangun sistem keamanan lingkungan, siskamling, yang tadinya itu menurun kemudian hidup kembali. Ini yang berkaitan dengan kriminalitas," ujar dia.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Skandal Riset Palsu Berbasis AI Libatkan WNI, Gegerkan Forum Ilmiah di Denmark-Beranda Nasional
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Mobil Terguling di Gerbang Tol Antasari, Diduga Sopir Mengantuk
• 15 jam lalukompas.com
thumb
Militer AS Serang Kapal Diduga Kartel Narkoba, Dua Orang Tewas
• 19 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Reaksi Witan Sulaeman usai Dirumorkan Gabung Garudayaksa FC, Bertahan atau Hengkang dari Persija Jakarta?
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Kadispenad Tegaskan TNI AD Tidak Antikritik Terkait Film Dokumenter Pesta Babi
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.