Presiden Macron: Indonesia mitra strategis dari Indo-Pasifik

antaranews.com
21 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron menegaskan komitmen untuk memperkuat hubungan strategis menjadi kemitraan global di berbagai bidang bersama Indonesia dalam kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto di Istana Elysee, Paris, Kamis (28/5) waktu setempat.

Dalam pernyataan bersama, Presiden Macron menilai Indonesia merupakan mitra strategis penting bagi Prancis di kawasan Indo-Pasifik.

"Indonesia adalah mitra penting strategis dari Indo-Pasifik dan saya yakin ini juga bagian dari keyakinan Bapak Prabowo," ujar Presiden Macron melalui keterangan BPMI Sekretariat Presiden dikutip di Jakarta, Jumat.

Di bidang pertahanan dan keamanan, Presiden Macron menyoroti eratnya kerja sama kedua negara yang ditandai dengan kedatangan pesawat tempur Rafale pertama di Indonesia. Presiden Macron menyebut hal tersebut sebagai bukti nyata hubungan strategis yang terus berkembang.

"Kemarin ini ada pesawat tempur Rafale yang pertama yang baru tiba di Indonesia, yang menjadi bukti dari hubungan ini dan diskusi hari ini, ini juga adalah bukti keinginan untuk terus maju di jalur ini," katanya.

Baca juga: Prabowo-Macron perkuat kemitraan strategis Indonesia-Prancis

Presiden Macron juga menekankan pentingnya penguatan kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi antara Indonesia dengan Prancis maupun Uni Eropa.

Ia berharap perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Indonesia dan Uni Eropa (YE) segera diberlakukan guna mempercepat arus perdagangan dan investasi di berbagai sektor strategis seperti transportasi, kesehatan, transisi energi, hingga pertahanan.

Presiden Macron turut menyampaikan apresiasi atas dibukanya pasar Indonesia bagi sektor peternakan sapi perah dan sapi daging asal Prancis.

Selain itu Presiden Macron menyambut baik rencana investasi Danantara sebagai bagian dari penguatan hubungan ekonomi kedua negara.

Di bidang budaya dan pendidikan, kedua pemimpin negara juga berkomitmen memperdalam kerja sama yang sebelumnya telah diperkuat melalui deklarasi bersama strategi kebudayaan di Candi Borobudur pada Mei 2025.

Kerja sama tersebut mencakup sektor permuseuman, sastra, perfilman, mode, hingga penguatan kolaborasi ilmiah, teknologi, dan universitas dalam Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026.

"Prancis hendak ingin menyambut lebih banyak mahasiswa, peneliti, talenta," ujar Presiden Macron.

Dalam pembahasan isu internasional, Presiden Macron dan Presiden Prabowo juga bertukar pandangan mengenai situasi Timur Tengah, konflik di Ukraina, hingga ketegangan di Laut Cina Selatan dan kawasan Asia Tenggara.

Presiden Macron memberikan penghormatan atas posisi Indonesia yang dinilai aktif mendorong perdamaian dan dialog internasional.

"Saya ingin memberi penghormatan mengenai posisi Bapak yang sangat berani untuk perdamaian di Timur Tengah, dan juga untuk pengakuan Palestina. Saya juga ingin memberi penghormatan atas keterlibatan tentara Bapak untuk terus bertindak untuk perdamaian kedaulatan Lebanon," ucapnya.

Terkait kawasan Asia Tenggara, Presiden Macron menegaskan bahwa ASEAN memiliki posisi penting dalam strategi Indo-Pasifik Prancis dan Uni Eropa. Karena itu, Prancis siap terus bekerja sama dengan Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global dan regional.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
[FULL] Pakar & Peneliti Bahas soal Iran Unjuk Kekuatan Mililiternya di Tengah AS Klaim Taklukan Iran
• 6 jam lalukompas.tv
thumb
Peluang Lapangan Kerja Diburu, Ratusan Karyawan PT Xacti Indonesia Kena PHK Imbas Rupiah Melemah
• 15 jam laludisway.id
thumb
10 Saham Top Gainer Perdagangan 29 Mei 2026, Emiten Prajogo Pangestu Mendominasi
• 10 jam laluidxchannel.com
thumb
Menkop Ferry Dorong Kopdit Obor Mas NTT Jadi Kebanggaan Nasional
• 7 jam laludetik.com
thumb
Masa Depan Lingkungan dan Kota Akan Jadi Topik Hangat Roscongress Urban Hub di SPIEF-2026
• 13 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.