Harga emas berbalik menguat hampir 1 persen pada Kamis (29/5/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada awal perdagangan.
IDXChannel - Harga emas berbalik menguat hampir 1 persen pada Kamis (29/5/2026), setelah sempat menyentuh level terendah dalam dua bulan pada awal perdagangan.
Pelemahan dolar Amerika Serikat (AS) dan harga minyak menopang logam mulia usai muncul kabar bahwa AS dan Iran mencapai kesepakatan perpanjangan gencatan senjata.
Harga emas spot naik 0,89 persen menjadi USD4.495,82 per troy ons, setelah sebelumnya jatuh ke level terendah sejak akhir Maret.
AS dan Iran disebut mencapai nota kesepahaman terkait perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari.
Namun, kesepakatan itu masih menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump, menurut sumber yang mengetahui pembahasan tersebut.
Indeks dolar AS (DXY) turun 0,2 persen sehingga emas yang dihargakan dalam dolar menjadi lebih murah bagi pembeli luar negeri. Harga minyak Brent juga melemah setelah laporan itu muncul.
Di sisi lain, data menunjukkan indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) AS naik 3,8 persen secara tahunan hingga April, sesuai ekspektasi pasar. Secara bulanan, indeks PCE meningkat 0,4 persen pada April setelah melonjak 0,7 persen pada Maret.
“Dewa perdagangan tampaknya sedang berpihak pada emas hari ini. Pertama data PCE yang lemah, lalu laporan mengenai kesepakatan yang segera tercapai untuk membuka Selat Hormuz, memberi emas ruang bernapas yang sangat dibutuhkan,” kata trader logam independen Tai Wong, seperti dikutip Reuters.
Menurut dia, emas sebelumnya terancam turun di bawah rata-rata pergerakan 200 hari (MA-200) pada awal perdagangan, level yang dianggap banyak trader dan investor sebagai penentu penting untuk mempertahankan tren kenaikan.
Kepala strategi komoditas global di TD Securities, Bart Melek, mengatakan data PCE memperlihatkan Federal Reserve (The Fed) kemungkinan menahan suku bunga, alih-alih kembali memperketat kebijakan moneternya.
Risalah rapat Federal Reserve pada 28-29 April yang dirilis pekan lalu menunjukkan semakin banyak pejabat bank sentral AS yang membuka peluang kenaikan suku bunga lanjutan.
Emas berada dalam tekanan sejak pecahnya konflik AS-Israel dengan Iran pada akhir Februari akibat meningkatnya kekhawatiran inflasi.
Meski dikenal sebagai aset safe haven, emas cenderung kurang diminati ketika suku bunga naik karena investor beralih ke aset yang memberikan imbal hasil.
Sementara itu, data juga menunjukkan impor bersih emas China melalui Hong Kong melonjak 81,2 persen pada April dibanding bulan sebelumnya.
Di pasar logam lainnya, harga perak spot naik 1,3 persen menjadi USD75,60 per ons. Platinum stabil di USD1.918,95, sedangkan paladium turun 1,4 persen ke USD1.371,52 per ons. (Aldo Fernando)





