Kemenaker mengumumkan penambahan kuota Program Magang Nasional untuk angkatan ke-2 tahun 2026 menjadi 150 ribu orang. Kuota ini meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya menyediakan 100 ribu orang.
"Alhamdulillah, hari ini atas instruksi dari Pak Presiden, dengan Menko Perekonomian, Menteri Keuangan (Menkeu), Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) dan Sekretaris Kabinet (Seskab), kita sudah mengumumkan bahwa akan ada kuota untuk angkatan ke-2 tahun 2026 sebanyak 150 ribu orang. Meningkat dari tahun lalu yang hanya 100 ribu orang," ungkap Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, dalam unggahan akun Instagram @yassierli, dikutip Kamis, 28 Mei 2026.
Sebelum pengumuman tersebut, program ini juga mencatat pencapaian penting. Batch ke-2 angkatan 1 dinyatakan telah selesai, sehingga total peserta yang telah menuntaskan program dari batch 1 dan batch 2 mencapai 78 ribu orang. Sementara itu, sejumlah peserta pada batch ke-3 masih dalam proses penyelesaian. Kebijakan Utama Magang Nasional 2026 Menaker menegaskan bahwa kebijakan tahun 2026 membawa perubahan signifikan yang lebih berpihak pada peserta. Fokus utama terletak pada standarisasi kesejahteraan peserta serta kepastian sumber pendanaan yang lebih stabil guna menjamin keberlangsungan program di seluruh wilayah Indonesia.
Mengutip laman Media Indonesia, berbeda dengan skema magang konvensional yang kerap memiliki standar upah tidak menentu, Magang Nasional 2026 menetapkan sejumlah poin penting yang wajib dipahami oleh calon pendaftar: Besaran Uang Saku Peserta tidak lagi menerima uang saku di bawah standar. Pemerintah menetapkan bahwa uang saku disesuaikan dengan standar Upah Minimum Kota/Kabupaten (UMK) atau Upah Minimum Provinsi (UMP) di lokasi perusahaan mitra berada. Sumber Pendanaan 100 Persen APBN Untuk tahun anggaran 2026, seluruh beban uang saku peserta ditanggung oleh pemerintah melalui APBN. Hal ini bertujuan agar perusahaan mitra dapat fokus pada kualitas pelatihan tanpa terbebani skema berbagi anggaran untuk sementara waktu. Target Peserta Spesifik Program ini diprioritaskan bagi fresh graduate yang lulus dalam kurun waktu satu tahun terakhir untuk mempercepat penyerapan tenaga kerja muda ke sektor produktif. Kuota dan Jadwal Pelaksanaan Pemerintah telah mengantongi persetujuan dari Kementerian Perekonomian (Kemenko) dan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) untuk mengalokasikan total kuota sebanyak 150 ribu orang sepanjang tahun 2026. Pelaksanaan akan dibagi ke dalam beberapa batch untuk memastikan efektivitas pengawasan.
Untuk batch pertama tahun 2026, pemerintah menargetkan program dapat dimulai pada Juli 2026 dengan kuota sebanyak 50 ribu peserta. Saat ini, persiapan tengah berjalan dengan mendorong perusahaan-perusahaan mitra untuk segera mengunggah lowongan magang yang tersedia.
"Insya Allah kita targetkan bulan Juli itu bisa dimulai. Sekarang kami mulai menyiapkan perusahaan-perusahaan untuk memposting lowongan, dan sesudah itu nanti adik-adik bisa memilih lowongan mana yang dianggap cocok, kemudian nanti ada seleksi dan seterusnya. Kita berharap Juli sudah bisa dimulai," jelas Yassierli.
Setelah lowongan diterbitkan, para peserta dapat memilih posisi yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka, dilanjutkan dengan proses seleksi hingga penempatan. Mekanisme Kerja Sama dengan Perusahaan Mitra Meskipun aspek finansial sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah, perusahaan mitra tetap memiliki tanggung jawab besar dalam aspek teknis dan edukasi. Menaker mendorong agar perusahaan tidak sekadar menjadikan peserta sebagai tenaga bantuan administratif, melainkan memberikan pengalaman belajar melalui tiga hal berikut:
- Menyediakan mentor profesional yang kompeten untuk membimbing peserta sesuai bidang keahliannya
- Melakukan evaluasi kinerja secara berkala guna memantau perkembangan keterampilan peserta selama program berlangsung
- Memberikan sertifikat kompetensi resmi bagi peserta yang berhasil menyelesaikan program dengan baik
Program Magang Nasional 2026 diharapkan dapat terus berkembang dan menjadi wadah bagi generasi muda untuk mengasah keterampilan serta mempersiapkan diri menghadapi persaingan di dunia kerja yang semakin kompetitif. (Talitha Islamey)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)





