REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak orang berpikir bahwa melewatkan makan, entah itu sarapan, makan siang, atau makan malam, menjadi cara terbaik untuk menurunkan berat badan. Padahal menurut ahli kesehatan, kebiasan tersebut justru bisa memberikan efek sebaliknya.
Head of Preventive Health di VLCC Healthcare, dr Anju Ghei, mengatakan melewatkan makan secara sembarangan dapat memperlambat proses penurunan berat badan. la menegaskan, mengontrol pola makan bukan berarti melewatkan makan.
Baca Juga
Kelompok Orang yang Sebaiknya Nggak Ikuti Pola Diet IF
Waspada! Angka Obesitas di Indonesia Naik, Ini Rahasia Diet Sehat dari Dokter
Mengapa Dugaan Monopoli Layar Bioskop Perlu Disikapi Serius?
"Banyak orang mempercayai kesalahpahaman ini karena makan lebih sedikit dianggap akan mengurangi kalori dan mengurangi berat badan. Padahaltubuh manusia mengatur energi dengan cara yang jauh lebih kompleks. Inilah sebabnya penting untuk memahami perbedaan antara melewatkan makan secara acak dan puasa terstruktur," kata dia dilansir laman Hindustan Times, Kamis (28/5/2026).
Dokter Ghei mengatakan ketika tubuh menerima asupan makanan yang sedikit dan tidak teratur, tubuh tidak langsung masuk ke mode pembakaran lemak. Sebaliknya, tubuh menganggap kondisi tersebut sebagai ancaman dan mulai menghemat energi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Sebagai respons, tubuh akan menurunkan laju metabolisme sehingga pembakaran kalori menjadi lebih sedikit sepanjang hari. Pada saat yang sama, hormon stres seperti kortisol dapat meningkat dan memicu penumpukan lemak, terutama di area perut.
Selain itu, rasa lapar juga akan meningkat dari biasanya. Pasalnya, hormon lapar atau ghrelin akan terpengaruh ketika tubuh melewatkan jam makan secara tidak teratur.