Menteri PANRB Ungkap Efisiensi Perjalanan Dinas ASN Tembus Rp 1,95 T

cnbcindonesia.com
17 jam lalu
Cover Berita
Foto: Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyambangi kantor Kementerian Keuangan di Jakarta Pusat pada Senin (29/12/2025). (CNBC Indonesia/Zahwa Madjid)

Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Rini Widyantini menyampaikan hasil efisiensi operasional pemerintah dari fleksibilitas kerja Aparatur Sipil Negara (ASN).

Rini menegaskan kebijakan fleksibilitas kerja bukan semata-mata terkait pengaturan lokasi kerja ASN, melainkan bagian dari transformasi sistem kerja pemerintahan yang menyesuaikan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat.


"Efisiensi tidak berarti mengurangi layanan. Efisiensi hari ini berarti mengubah cara negara bekerja. Fleksibilitas kerja adalah pintu masuknya, sementara transformasi digital pemerintah adalah perubahan utamanya," ujar Rini dalam Rapat Koordinasi Terbatas Evaluasi Kebijakan Transformasi Budaya Kerja di Kantor Kemenko Perekonomian, dikutip Jumat (29/5/2026).

Baca: Heboh Kasus Ilmuwan Palsu RI di Konferensi Dunia, ITB-LPDP Buka Suara

Hasil evaluasi mencatat capaian efisiensi yang signifikan. Perjalanan dinas dapat diefisiensikan sebesar Rp1,95 triliun, utilitas pemerintah dihemat Rp65,6 miliar, dan tercatat kenaikan 100.817 dokumen Tanda Tangan Elektronik (TTE) secara nasional sebagai bukti percepatan digitalisasi proses birokrasi. seperti diketahui, pemerintah telah membatasi perjalanan dinas ASN hingga 50% untuk dalam negeri dan 70% untuk luar negeri.

Pada saat yang sama, kualitas pelayanan kepada masyarakat tetap terjaga. Sebanyak 95% layanan publik tetap stabil atau bahkan meningkat selama pelaksanaan fleksibilitas kerja, kepuasan masyarakat terjaga, dan seluruh pengaduan publik tetap tertangani melalui kanal resmi.

Rini menegaskan transformasi budaya kerja perlu ditopang oleh fondasi Digital Public Infrastructure (DPI), yang mencakup identitas digital, pertukaran data antarinstansi, dan pembayaran digital pemerintah. Fondasi ini menjadi prasyarat birokrasi yang terintegrasi, tidak silo, dan tepercaya.

Baca: Dugaan Skandal Warga RI Palsukan Riset, Menteri-DPR Ikut Buka Suara

Dalam rapat mengenai transformasi budaya kerja ini, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto menetapkan pemerintah akan memperpanjang kebijakan WFH ASN hingga dua bulan ke depan, atau hingga akhir Juli 2026.

Airlangga memastikan, pemerintah akan menerbitkan Surat Edaran (SE) terbaru Menteri Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB). Dari hasil evaluasi 2 bulan, kebijakan itu membuahkan hasil dengan makin menurunnya konsumsi BBM bersubsidi seperti Pertalite.

"Terjadi penurunan penggunaan pertalite di bulan April mendekati 9%. Jadi hasilnya cukup baik," kata Airlangga di kantornya, Jakarta, Selasa (26/5/2026).


(haa/haa) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: BUMN Khusus Ekspor Dibentuk, Yakin RI Bisa Kendalikan Harga?

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mulai Juni 2026, Gaji ASN di Aceh Barat Dipotong Rp200 Ribu untuk Tabungan Kurban
• 13 jam lalumetrotvnews.com
thumb
ESDM Tawarkan 118 Potensi Blok Migas Baru, 25 Wilayah Telah Teken Kontrak
• 14 jam laluidxchannel.com
thumb
Aksi Saling Serang AS dan Iran di Tengah Negosiasi Damai
• 21 jam lalukumparan.com
thumb
Aturan Resmi Terbit! Lemigas Disiapkan Jadi BLU Buat Impor Minyak-LPG
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Kemnaker Buka Program Vokasi Nasional Batch 2 di Berbagai Daerah
• 14 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.