JAKARTA, KOMPAS.TV- Badan Pangan Nasional (Bapanas) memastikan fluktuasi nilai tukar dolar AS tidak akan memengaruhi harga beras program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
Direktur SPHP Bapanas, Maino Dwi Hartono mengatakan, harga jual beras SPHP tetap dipertahankan meski penguatan dolar berpotensi memengaruhi sektor pangan.
“Jadi memang dengan nilai kurs dolar yang berubah dapat berpengaruh ke berbagai hal, termasuk sektor pangan. Tapi kaitan dengan beras SPHP, ini karena program pemerintah, sampai hari ini dipastikan tidak ada perubahan, termasuk harga penjualannya,” kata Maino seperti dikutip dari laman resmi Bapanas, Selasa (26/5/2026).
Ia menyampaikan, masyarakat tidak perlu khawatir karena kualitas beras SPHP juga tetap dijaga oleh Perum Bulog.
Baca Juga: Istana: 1.098 Sapi Bantuan Kurban Presiden Prabowo Berasal dari Peternak Lokal
“Seluruh masyarakat bisa tenang karena tidak ada masalah. Beras SPHP ini beras program pemerintah tetap masih sama. Termasuk kualitasnya, tetap sama-sama medium, artinya tidak ada yang dikurangi. Tetap sama,” terangnya.
Sebagai informasi, Bapanas menetapkan harga beras SPHP berbeda di tiap wilayah. Untuk wilayah Jawa, Lampung, Sumatera Selatan, Bali, NTB, dan Sulawesi, harga ditetapkan Rp12.500 per kilogram.
Sementara wilayah Sumatera selain Lampung dan Sumatera Selatan, NTT, serta Kalimantan sebesar Rp13.100 per kilogram. Adapun Maluku dan Papua dipatok maksimal Rp13.500 per kilogram.
Maino mengatakan, pemerintah telah menyiapkan anggaran program SPHP tahun 2026 sebesar Rp4,97 triliun. Anggaran tersebut setara subsidi penjualan sekitar 828.000 ton beras untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan masyarakat.
Baca Juga: Bantuan Pangan Diperpanjang hingga Juni, Bapanas Optimistis Harga Minyakita Stabil
Penulis : Dina Karina Editor : Gading-Persada
Sumber : bapanas
- bapanas
- harga beras
- beras sphp
- beras bulog
- dolar
- nilai tukar rupiah





