Bantuan Sapi dari Presiden: Perspektif Medis dan Kesejahteraan Rakyat

republika.co.id
14 jam lalu
Cover Berita

Oleh: Buya Anwar Abbas*)

Pemerintah, kata Bung Hatta, memiliki kewajiban moral untuk melindungi rakyat, menyediakan kebutuhan hidup mereka, dan menciptakan keadilan sosial.

Oleh karena itu, jika ada elemen masyarakat yang ikut membantu tugas-tugas negara, sudah sepantasnya pemerintah memfasilitasi, memberdayakan, dan membantu inisiatif tersebut. Dengan begitu, kemakmuran rakyat dapat dicapai bersama secara merata.

Baca Juga
  • Pemburu Siluman vs Petarung Udara, Apa yang Terjadi Jika Su-35 Rusia Bertemu F-35 AS?
  • Akankah Trump Kembali Gagalkan Kesepakatan AS-Iran?
  • Putusan MK soal Kuota 30 Persen Perempuan Jadikan Politik Lebih Inklusif

Salah satu tugas negara adalah melindungi dan menjaga kesehatan masyarakat. Jangan ada warga masyarakat yang tidak bisa memenuhi protein yang mereka butuhkan, baik yang terkait dengan protein nabati maupun hewani.

Menurut data, tingkat konsumsi riil daging sapi nasional rata-rata hanya berkisar di angka 2,5 kg hingga 2,7 kg per kapita per tahun. Itu pun sepertiganya mereka peroleh secara gratis, khususnya dalam momentum hari raya Idul Adha.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Meskipun demikian, angka tersebut jelas masih jauh berada di bawah rata-rata global, yang berada di kisaran 6 kg per kapita per tahun.

Di sinilah kita melihat relevansi dari bantuan sapi potong (bukan kurban) Presiden RI Prabowo Subianto. Ya, bantuan itu diambil dari dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) dan diberikan dalam momentum Idul Adha.

Ada beberapa arti dan makna penting yang bisa dipetik dari bantuan sapi potong Presiden tersebut.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Pertama, ikut mensyiarkan dan menyemarakkan Idul Adha. Itu sudah sejalan dan sejiwa dengan semangatnya Undang-Undang Dasar (UUD) 1945 Pasal 29 Ayat 1 dan 2.

Kedua, pemerintah sebagai pihak yang bertugas melindungi rakyat, terutama untuk menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat, sudah sepantasnya turut berpartisipasi dalam momentum Idul Adha. Caranya dapat dengan memberikan bantuan sapi potong kepada warga masyarakat. Dengan begitu, daging dari hasil penyembelihan bisa dibagi bersama dengan daging kurban yang ada.

Alhasil, jumlah orang yang bisa menerima, atau jumlah daging yang bisa diterima dan dikonsumsi oleh warga masyarakat, dapat meningkat. Harapannya, tingkat kesehatan mereka juga akan bisa meningkat.

Ketiga, dilihat dari perspektif ekonomi, keterlibatan Prabowo sebagai Presiden RI dalam memberikan bantuan sapi potong telah berpengaruh terhadap meningkatnya permintaan sapi, yang masing-masing beratnya bisa mencapai 700 kg hingga 1.000 kg. Maka, keuntungan dan kesejahteraan para peternak lokal diharapkan juga akan meningkat.

Itulah yang memang kita harapkan.

 

 

*) Dr H Anwar Abbas MM MAg atau yang akrab disapa Buya Anwar Abbas merupakan Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat. Dosen tetap Prodi Perbankan Syariah FEB UIN Syarif Hidayatullah ini juga adalah Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Bidang UMKM, Pemberdayaan Masyarakat, dan Lingkungan Hidup.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Disclaimer: Pandangan yang disampaikan dalam tulisan di atas adalah pendapat pribadi penulisnya yang belum tentu mencerminkan sikap Republika soal isu-isu terkait.
@font-face { font-family: "LPMQ"; src: url("https://static.republika.co.id/files/alquran/LPMQ-IsepMisbah.ttf") format("truetype"); font-weight: normal; font-style: normal } .arabic-text { font-family: "LPMQ"; font-weight: normal !important; direction: rtl; text-align: right; font-size: 2.5em !important; line-height: 49px !important; }
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi Wanita di Kulon Progo Tewas Dibunuh Teman di Kios Potong Ayam, Dipicu Masalah Utang Rp1,2 Juta
• 9 jam lalugrid.id
thumb
Banjir Melanda Beberapa Wilayah di Tiongkok, Tim Penyelamat Diperingatkan Agar Tidak Melakukan Operasi Penyelamatan Tanpa Izin 
• 7 jam laluerabaru.net
thumb
Butuh Waktu 2 Minggu Proses Perbaikan Jalanan Ambles di Lenteng Agung | KOMPAS PETANG
• 5 jam lalukompas.tv
thumb
Soal Balita 2 Tahun Tewas Mengenaskan di Kontrakan Bekasi, Polisi Menduga Pelaku Adalah Paman Korban
• 20 jam lalutvonenews.com
thumb
Jadi Ketum Baru APLGI, Budiarsa Sastrawinata Prioritaskan Sosialisasi Olahraga Golf
• 15 jam lalurepublika.co.id
Berhasil disimpan.