HARIAN.FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Persebaya Surabaya benar-benar serius menatap Super League 2026/2027. Setelah mengamankan jasa Yuran Fernandes, kini Green Force mencapai kesepakatan dengan striker Timnas Indonesia, Ramadhan Sananta.
Tampaknya era Persebaya kali ini bakal rasa PSM Makassar. Maklum saja, Ramadhan Sananta dan Yuran merasakan momen keemasan bersama Juku Eja. Di bawah asuhan Bernardo Tavares yang kini membesut Bajol Ijo, kedua pemain ini mempersembahkan gelar juara Liga 1 musim 2022/2023.
Langkah agresif tersebut semakin mempertegas arah pembangunan skuad baru Persebaya. Bahkan, rumor kedatangan sejumlah mantan pemain PSM Makassar terus berkembang dalam beberapa pekan terakhir. Nama-nama seperti Reza Arya Pratama, Aloisio Neto, Victor Dethan, Mufli Hidayat, Victor Luiz, hingga Syahrul Lasinari mulai dikaitkan dengan proyek Bernardo Tavares di Surabaya.
Manajemen Persebaya terlihat tidak ingin sekadar menjadi pelengkap persaingan musim depan. Selain eks PSM, klub kebanggaan Kota Pahlawan itu juga dikabarkan sudah mengamankan amunisi lain, termasuk bomber tajam milik Dewa United, Alex Martins.
Di antara semua nama itu, sosok Ramadhan Sananta menjadi salah satu yang paling menyita perhatian. Penyerang kelahiran Daik, Kepulauan Riau, tersebut dinilai sangat cocok dengan karakter permainan cepat, agresif, dan penuh tekanan yang selama ini menjadi ciri khas Bernardo Tavares.
Dengan usia masih 23 tahun, Sananta dianggap masih memiliki potensi besar untuk berkembang. Kombinasi postur ideal setinggi 182 cm, agresivitas tinggi, dan kemampuan duel udara membuatnya diyakini mampu memberi variasi baru dalam pola serangan Persebaya.
Nilai pasar yang menyentuh kisaran Rp4,78 miliar juga menjadi gambaran bahwa kualitas Sananta masih sangat diperhitungkan di sepak bola Indonesia.
Sepanjang perjalanan karier profesionalnya, Sananta telah membukukan 31 gol dan tujuh assist dari 117 pertandingan bersama beberapa klub berbeda, mulai dari PSM Makassar, Persis Solo, Brunei DPMM FC, hingga Persikabo 1973.
Masa terbaiknya sejauh ini tercatat ketika membela PSM Makassar. Saat itu, ia sukses mencetak 11 gol dari 28 pertandingan dan mulai dikenal sebagai salah satu striker lokal paling potensial di kompetisi nasional.
Meski musim lalu hanya menghasilkan empat gol bersama Brunei DPMM FC, kontribusi Sananta tetap dinilai cukup penting. Ia tampil dalam 27 pertandingan dengan total 1.849 menit bermain. Ini menunjukkan kepercayaan besar dari tim pelatih terhadap dirinya.
Sementara saat memperkuat Persis Solo, performanya juga tergolong konsisten. Sananta berhasil mencatatkan 16 gol dan tiga assist dari total 58 pertandingan di semua kompetisi.
Situasi tersebut membuat Persebaya melihatnya sebagai jawaban untuk meningkatkan efektivitas lini depan. Pada musim sebelumnya, penyelesaian akhir masih menjadi salah satu kelemahan Green Force meski mereka mampu bersaing di papan atas klasemen.
Bukan hanya kemampuan teknis yang membuat Sananta menarik di mata Persebaya. Mentalitas dan etos kerjanya juga menjadi nilai tambah tersendiri. Ia dikenal sebagai pemain pekerja keras yang selalu menunjukkan komitmen tinggi di tengah persaingan ketat.
Selain itu, Sananta juga memiliki hubungan yang cukup dekat dengan suporter. Sikap rendah hati dan komunikasinya yang positif dengan fans membuat banyak pihak percaya dirinya akan cepat menyatu dengan kultur Bonek dan Bonita.
“Mohon dukungannya, semoga dapat memberikan yang baik untuk tim. Saya bersama tim akan kerja keras, bermain kompak dan meraih poin-poin penting di musim depan,” ujarnya.
Benteng Tangguh
Sementara itu, kehadiran Yuran Fernandes juga menjadi faktor penting dalam pembangunan kekuatan baru Persebaya. Bek asal Tanjung Verde tersebut bukan hanya dikenal tangguh di lini pertahanan, tetapi juga sangat produktif dalam membantu serangan.
Sejak bergabung dengan PSM Makassar pada 2022, Yuran sudah mengoleksi 21 gol dan sembilan assist dari total 133 pertandingan.
Catatan itu terbilang luar biasa untuk ukuran seorang bek tengah di kompetisi Indonesia. Dengan tinggi badan mencapai 198 sentimeter, Yuran kerap menjadi ancaman serius dalam situasi bola mati.
Bahkan pada musim 2025/2026, ia sukses mencetak lima gol dan menjadikannya sebagai salah satu bek paling produktif di Super League.
Tak hanya tajam di depan, Yuran juga tampil disiplin dalam menjaga pertahanan. Dari total 11.749 menit bermain bersama PSM Makassar, ia hanya menerima dua kartu merah dan satu kartu kuning kedua.
Kini, kombinasi Bernardo Tavares, Yuran Fernandes, dan Ramadhan Sananta mulai memunculkan harapan besar baru di Surabaya. Jika proyek ini berjalan sesuai rencana, Persebaya berpotensi menjadi salah satu kekuatan paling menakutkan dalam perebutan gelar Super League 2026/2027. (ian)





