Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan akan menjadi inspektur upacara peringatan Hari Lahir Pancasila 1 Juni di Lapangan Gedung Pancasila, Jakarta. Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) juga akan mengundang mantan Presiden dan Wapres sebelumnya.
"Ini bagian dari proses membangun gotong royong bersama, kolaboratif semuanya, semua Presiden maupun Wakil Presiden pastinya kita undang semuanya. Nanti tepatnya di hari Sabtu besok kepastian terkait konfirmasi siapa saja yang hadir nanti akan kami sampaikan pada media semuanya ya," ujar Sekretaris Utama BPIP Tonny Agung Arifianto di kantornya, Gambir, Jakarta Pusat, Jumat (29/5/2026).
Tonny mengatakan BPIP ingin masyarakat ikut serta dalam upacara Hari Lahir Pancasila, namun terkendala keterbatasan tempat. Tonny mengatakan ada 405 undangan untuk upacara tersebut.
"Kemudian juga ini upacara kenegaraan yang pasti diatur oleh protokoler negara ya sehingga terbatas yang diundang terutama pejabat-pejabat tinggi negara dari seluruh K/L kita undang semuanya. Kemudian ada perwakilan agama, kemudian tokoh-tokoh negara yang lain termasuk apa Presiden dan Wakil Presiden juga kita undang tentunya sehingga kurang lebih sekitar 405 undangan lah ya yang kita siapkan untuk tamu undangan," ujarnya.
BPIP juga akan melaksanakan bakti sosial pada Minggu (31/5). Tonny mengatakan bakti sosial itu akan ada kegiatan pemeriksaan gratis, donor darah, pasar murah dan lainnya yang bisa diikuti masyarakat.
"Di situ ada satu momen terkait dengan bakti sosial, ada pemeriksaan gratis, ada donor darah, kemudian ada pasar dan segala macamnya, ada pasar murah dan segala macam. Masyarakat ikut bisa terlibat di dalamnya sehingga diharapkan masyarakat juga betul-betul memiliki, memiliki rasa ikut memperingati Hari Lahir Pancasila," ujarnya.
BPIP meminta maaf kepada masyarakat karena tak bisa berpartisipasi langsung dalam perayaan puncak upacara Hari Lahir Pancasila di Lapangan Gedung Pancasila. Tonny mengatakan perayaan upacara itu akan disiarkan secara langsung (live).
"Sehingga mohon maaf tidak serta merta hanya kemudian ikut di acara pusat nasionalnya, di puncak nasionalnya tapi juga bisa ikut di menyaksikan secara langsung di kanal-kanal media sosial termasuk juga di televisi nasional yang dilaksanakan secara langsung," ujarnya.
(mib/rfs)





