Ini Pidato Lengkap Prabowo dan Macron: Indonesia-Prancis Capai Titik Terkuat

bisnis.com
14 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan hubungan Indonesia dan Prancis kini berada pada fase paling kuat dalam sejarah hubungan bilateral kedua negara.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat memberikan keterangan pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron usai pertemuan kenegaraan di Istana Élysée, Kamis (28/5/2026) waktu setempat.

“Saya sependapat, Yang Mulia, hubungan Indonesia dan Prancis berada di tingkat menurut saya yang terbaik selama ini,” ujar Prabowo.

Dalam pidatonya, Prabowo lebih dulu menyampaikan apresiasi atas sambutan kenegaraan yang diberikan pemerintah Prancis kepada dirinya dan delegasi Indonesia.

Dia menyebut kunjungannya kali ini menjadi yang ketiga ke Prancis sepanjang tahun 2026 dan mengingat kembali kehormatan yang diterima Indonesia saat diundang mengikuti parade militer Hari Nasional Prancis pada 14 Juli tahun lalu.

Berikut Pidato lengkap Presiden Prabowo Subianto:

Pertama-tama saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya, penghargaan yang setinggi-tingginya atas penerimaan yang begitu besar, yang begitu baik, penuh kehormatan untuk saya dan delegasi saya.

Sebagaimana diketahui, tahun ini saja saya sudah tiga kali ke Prancis dan tahun lalu Indonesia mendapat kehormatan besar, diundang bisa ikut dalam defile 14 Juli hari kebangsaan bagi Republik Prancis. Ini saya kira kehormatan sangat besar.

Mungkin kita negara Asia pertama yang defile di benua Eropa.

Saya sependapat, Yang Mulia, hubungan Indonesia dan Prancis berada di tingkat menurut saya yang terbaik selama ini.

Kami  terima kasih dan kami hormat dengan kepemimpinan Yang Mulia, Presiden Macron.

kepemimpinan Presiden Macron di dunia internasional terasa, bahwa Presiden Macron, Republik Prancis, selalu berani mengambil sikap yang positif, sikap yang tegas sesuai dengan prinsip-prinsip yang dipegang oleh Republik Prancis.

Dalam beberapa hal, Indonesia dan Prancis memiliki sikap yang sama dan saat ini hubungan bilateral kita sangat baik, ini tidak lain adalah karena dukungan langsung dari Presiden Macron.

 Di bidang pertahanan, hubungan kita sangat baik.

Di bidang kerja sama sains dan teknologi juga sangat baik. 

Di bidang pendidikan, kita ingin lebih ditingkatkan lagi.

Sekarang, saya sudah instruksikan bahwa semua tingkatan sekolah-sekolah Indonesia harus belajar bahasa Prancis, melihat perkembangan dunia ke depan.

Kita yakin di keadaan global yang penuh ketidakpastian, penuh ketegangan, penuh konflik, kedua negara kita bisa mainkan suatu peranan yang positif.

Indonesia selalu akan mendorong semua usaha untuk memelihara perdamaian, di dunia sekarang, di mana bumi sudah semakin kecil karena sains dan teknologi, perang dan konflik tidak mungkin membawa kebaikan untuk siapa pun.

Karena itu, kami esangat gembira bahwa kita sekarang sudah punya comprehensive strategic partnership dan kita tentunya akan lihat dalam saat yang mendatang kerja sama yang lebih konkret, lebih seimbang, dan lebih berdampak.

Kita dalam hari ini saya kira akan membahas beberapa isu-isu penting, kerja sama di bidang pertahanan, energi bersih, pendidikan, research, dan pelaksanaan perjanjian Indonesia-European Union CEPA.

Kami terima kasih dukungan Presiden Macron untuk mempercepat perkembangan ini.

Kita ingin tingkatkan kerja sama ini, meningkatkan investasi di kedua negara dan saya sangat gembira dan menyambut baik pembentukan France-Indonesia High-Level Business Council.

Ini saya kira sangat penting dan kita akan sangat gembira dengan partisipasi dan kehadiran perusahaan-perusahaan Perancis terus di ekonomi Indonesia dan Perancis sebagai pemimpin Eropa akan terus memainkan peranan yang sangat penting di kawasan Asia Tenggara.

Saya sependapat dengan Presiden Macron bahwa stabilitas Timur Tengah sangat penting dan akan berdampak langsung pada kondisi energi dunia dan rantai pasok global.

Karena itu perdamaian di kawasan Timur Tengah menjadi kepentingan kita bersama.

Saya juga sangat gembira bahwa Perancis salah satu pelopor yang mengajak banyak negara di Eropa dan di Barat untuk mendukung solusi dua negara kemerdekaan Palestina.

Indonesia tetap berpandangan tidak mungkin ada perdamaian di Timur Tengah tanpa solusi dua negara, tanpa keadilan bagi rakyat Palestina.

Yang mulia, sekali lagi terima kasih atas sambutan yang begitu baik untuk saya dan delegasi saya dan diskusi kita saya yakin akan membawa hasil yang baik.

Indonesia memandang Prrancis dan Eropa sebagai kekuatan dunia yang penting dan kami ingin melihat peran Perancis dan Eropa semakin kuat, semakin kokoh sehingga kita bisa bekerja sama dalam keadaan dunia yang multipolar.

Kami yakin bahwa keadaan multipolar itu akan membawa keadaan seimbang dan akan mendukung perdamaian dunia.

Jadi Yang Mulia sekali lagi saya sangat gembira hari ini sewaktu saya masih muda tiap kali saya ke Paris saya selalu ke les Invalides, hari ini saya diterima dengan kehormatan yang begitu besar.

Terima kasih sekali lagi, semoga Indonesia dan Prancis terus melangkah maju dengan arah yang jelas, komitmen yang kuat.

Terima kasih, merci beaucoup

Berikut Pidato Lengkap Presiden Republik Prancis Emmanuel Macron: 

Tuan Presiden Republik Indonesia, para menteri, nyonya, para duta besar, hadirin sekalian. Saya sangat senang menyambut hari ini di Paris Presiden Republik Indonesia dan saya berterima kasih kepada beliau karena telah menerima undangan saya untuk kunjungan kenegaraan ini. Kunjungan ini berlangsung tepat satu tahun setelah kunjungan yang saya lakukan ke Indonesia, yang menjadi bukti dinamika luar biasa hubungan kita. Dan dinamika ini bertumpu pada persahabatan lama di antara kita, antara kedua negara kita, serta transformasi mendalam dalam hubungan ini selama beberapa tahun terakhir.

Krisis internasional di Eropa, Timur Tengah, dan Asia menguji keamanan kolektif dunia, ketahanan ekonomi kita, serta memperburuk ketidakseimbangan global di tingkat makroekonomi. Meningkatnya perangkat pemaksaan ekonomi dan volatilitas yang semakin tinggi juga menuntut solidaritas yang lebih kuat. Dan saya ingin mengatakan bahwa kenyataan ini justru semakin memperkuat visi strategis Prancis selama sepuluh tahun terakhir yang telah menjadi dasar pendalaman hubungan kita dalam beberapa tahun terakhir. Kami meyakini bahwa di Indo-Pasifik ada sebuah strategi, sebuah jalan ketiga yang harus ditempuh, yang bukan berupa ketundukan kepada salah satu dari dua kekuatan ekonomi besar dunia, melainkan secara damai membangun jalan menuju kemandirian. Dan kami yakin bahwa perlu dibangun antara Indonesia dan Prancis, antara kawasan kita, sebuah koalisi negara-negara independen, yaitu negara-negara yang ingin tetap berdaulat, ingin berdagang dengan semua pihak, ingin terus memproduksi dan mencipta, tetapi tidak ingin jatuh ke dalam ketergantungan eksklusif terhadap kekuatan besar tertentu, baik dalam hal mineral kritis, tanah jarang, bahan baku, atau apa pun itu.

Karena itu, dalam hal ini Indonesia adalah mitra utama di Indo-Pasifik dalam memperkuat kedaulatan kita, dan saya tahu bahwa ini juga merupakan keyakinan mendalam Presiden Prabowo. Itulah sebabnya kami memutuskan untuk meningkatkan kemitraan strategis yang dibentuk pada tahun 2011 menjadi kemitraan strategis komprehensif. Kami telah memperkuatnya melalui pilihan-pilihan yang sangat kuat dalam beberapa tahun terakhir dan kami terus melangkah maju dalam kunjungan ini dengan mendiversifikasi kemitraan tersebut.

Pertama, di bidang keamanan dan pertahanan, Indonesia dan Prancis dipersatukan oleh kemitraan luar biasa yang secara nyata memungkinkan kita memperkuat kedaulatan masing-masing serta maju dalam bidang teknologi dan industri paling mutakhir. Pengiriman dalam beberapa bulan terakhir pesawat tempur Rafale pertama yang dibeli Indonesia menjadi ilustrasi yang sangat jelas. Pertukaran kita hari ini juga menunjukkan keinginan kita untuk terus melanjutkan jalur ini dan kami mengembangkan seluruh kemitraan yang telah dirintis. Kami akan memperkuat pelatihan, kerja sama operasional, dan kami telah memperbanyak latihan bersama, beberapa di antaranya akan berlangsung dalam beberapa bulan mendatang, khususnya melalui misi Pégase pada September 2026.

Namun, dalam seluruh bidang, baik pesawat tempur, kemampuan angkatan laut Indonesia, kemampuan angkatan darat, latihan bersama maupun pelatihan, kami telah memberikan dimensi baru bagi kemitraan pertahanan dan keamanan ini dan sebentar lagi kami akan kembali berdiskusi untuk membangun perspektif-perspektif baru.

Dalam bidang ekonomi kami akan memperkuat perdagangan bilateral dan investasi timbal balik. Dalam hal ini saya berharap agar perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia segera berlaku. Saya tahu Anda juga berbagi harapan ini, karena kita memang saling melengkapi dalam banyak hal. Untuk memanfaatkan seluruh potensinya, penting agar perjanjian ini diterapkan sepenuhnya, khususnya terkait penghapusan hambatan perdagangan dan investasi. Kami juga ingin meluncurkan proyek-proyek besar di bidang transportasi, kesehatan, transisi energi, pertanian, dan lain sebagainya. Dewan bisnis tingkat tinggi Prancis-Indonesia yang sedang berlangsung saat ini juga akan memberikan dorongan kuat, dewan ini memang kami bentuk bersama. Saya juga sangat senang karena dewan ini memungkinkan kita maju di banyak bidang, termasuk transisi energi, sektor pertambangan, dan pertanian. Kita masih memiliki banyak hal yang harus dilakukan untuk memajukan dan mendiversifikasi kemitraan ini. Saya juga memikirkan sektor inovasi dan kami ingin bersama-sama berbuat lebih banyak di sektor keuangan, kecerdasan buatan, kuantum, maupun digital.

Berbicara mengenai keterbukaan ekonomi kita, saya juga ingin mengatakan kepada Anda, Presiden, betapa senangnya kami atas dibukanya pasar Indonesia bagi sektor susu dan daging sapi kami, yang juga mendukung strategi kedaulatan pangan Anda, ambisi Anda untuk meningkatkan kualitas pangan rakyat Indonesia, serta kebijakan sosial besar yang telah Anda luncurkan. Saya juga menyambut baik keinginan kelompok-kelompok besar Indonesia dan Danantara untuk berinvestasi lebih banyak di Prancis. Mereka akan hadir dalam acara Choose France Senin depan di Versailles dan kehadiran mereka bersama kita hari ini sangat penting.

Kami juga ingin memperkuat kemitraan budaya kita untuk industri budaya dan kreatif. Pada Mei 2025 kami meluncurkan strategi budaya bersama saat kunjungan kami ke Candi Borobudur dan strategi ini telah mengalami kemajuan penting dalam beberapa bulan terakhir, baik dalam bidang museum, buku, film, maupun mode. Dalam rangka Tahun Inovasi Prancis-Indonesia 2026, kami juga sepakat memperdalam dan menata lebih baik kerja sama ilmiah, teknologi, dan universitas, dan hari ini kami akan mengadopsi deklarasi bersama justru di bidang-bidang tersebut. Prancis ingin menerima lebih banyak mahasiswa, peneliti, dan talenta Indonesia, dan Yayasan France Asie akan meluncurkan cabang Indonesia yang merupakan bagian dari ambisi yang sama dan juga akan memungkinkan dibentuknya program tahunan Young Leaders yang mempertemukan tokoh-tokoh muda berbakat yang terlibat dalam pengembangan hubungan kedua negara kita.

Akhirnya, tentu saja kami akan berdiskusi dengan Presiden mengenai isu-isu internasional utama, konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang membawa dampak besar terhadap ekonomi kita, dan dalam hal ini kami memiliki pandangan yang sama: mempertahankan kebebasan navigasi, bekerja untuk deeskalasi, membuka Selat Hormuz secara damai, menolak segala upaya untuk memprivatisasi selat atau mengenakan pajak atas pelayaran. Dalam hal ini kami telah meluncurkan koalisi internasional untuk bertindak secara efektif. Situasi di Hormuz juga semakin memperkuat kebutuhan untuk mempercepat transisi energi yang menjadi salah satu prioritas kemitraan kita, khususnya dalam kerangka kemitraan transisi energi berkeadilan Indonesia dan tindakan yang kami lakukan melalui Badan Pembangunan Prancis.

Kami juga berbicara mengenai Timur Dekat dan Timur Tengah. Saya ingin benar-benar menghormati peran Anda, persahabatan Anda, dan posisi sangat berani yang Anda ambil tahun lalu demi perdamaian di Timur Dekat dan Timur Tengah, dukungan Anda terhadap pengakuan Palestina. Kami juga sepenuhnya terlibat bersama untuk kedaulatan dan stabilitas Lebanon, di mana pasukan kita di bawah FINUL bertugas bersama, dan kedua negara kita sama-sama kehilangan putra-putra terbaiknya demi membela Lebanon dan komunitas internasional.

Kami memiliki persaudaraan senjata dan darah karena kehilangan tentara kita dalam beberapa minggu terakhir di bawah FINUL. Saya ingin menghormati komitmen Anda, Presiden, komitmen angkatan bersenjata Anda, dan tekad bersama kita untuk terus bekerja demi perdamaian dan kedaulatan Lebanon, pada saat serangan-serangan tanpa pandang bulu terus berlangsung, ketika lebih dari 3.000 orang tewas terutama di Lebanon selatan dan lebih dari satu juta orang mengungsi. Situasi ini tidak dapat diterima dan tidak tertahankan. Tidak ada yang dapat membenarkan serangan yang dilakukan terhadap Lebanon selatan saat ini. Kami kembali menyerukan penghentian serangan tersebut, kembalinya perdamaian, dialog, dan pembangunan solusi yang berkelanjutan.

Saya juga ingin mengatakan bahwa situasi ini tentu tidak mengalihkan perhatian kita dari Ukraina maupun tekanan yang harus kita berikan kepada Rusia. Prancis dan Eropa bersama Ukraina terus berupaya mewujudkan perdamaian yang adil dan berkelanjutan. Saya ingin menghormati upaya mediasi Anda, Presiden, kerja tanpa lelah Anda untuk berbicara dengan semua pihak terkait, dan setiap kali kita selalu memiliki kesempatan untuk bertukar pandangan mengenai hal ini. 

Destabilisasi dunia sayangnya juga memengaruhi Asia Tenggara, di Laut Cina Selatan, di perbatasan Thailand dan Kamboja, serta di Myanmar. Dan ketika Asean menempati posisi sentral dalam strategi Prancis dan Uni Eropa di Indo-Pasifik, kami bekerja bersama Presiden Prabowo untuk menghadapi krisis-krisis ini. Di semua tingkatan, dan saya akan berhenti di sini, hubungan dan kemitraan antara Indonesia dan Prancis lebih relevan dari sebelumnya. 

Hubungan ini memperkuat visi kemerdekaan yang kita miliki bagi negara-negara kita dan memperkuat visi penghormatan terhadap tatanan internasional dan perdamaian dunia. Kemitraan yang mengikat kita menurut saya memiliki masa depan yang sangat besar karena di sektor pertahanan, energi, industri, dan inovasi masih banyak hal yang dapat kita lakukan dan banyak solusi yang dapat kita bangun bagi kawasan Anda maupun bagi dunia.

Saya mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya, Presiden, karena telah berada di Paris. Anda tahu bahwa Prancis mencintai Anda, seperti yang telah ditunjukkan pada 14 Juli hampir dua tahun lalu, dan Anda akan selalu diterima di negara ini.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Deretan Mobil 4WD Terlaris: Pendatang Baru Masuk Daftar
• 14 jam laluviva.co.id
thumb
PT DSI Dibentuk, ESDM Konsolidasi Data IUP dengan Danantara
• 7 jam laluidxchannel.com
thumb
Adik Jusuf Kalla Jual 269 Juta Saham BUKK Senilai Rp195 Miliar, Ini Pembelinya
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Salurkan 159 Hewan Kurban, Kemendikdasmen Perkuat Solidaritas Nasional
• 5 jam laludisway.id
thumb
Polisi Sebut WNA Brunei yang Tewas di Blok M Sempat Tantang Pelaku Berkelahi
• 22 jam laluokezone.com
Berhasil disimpan.