Surabaya (ANTARA) - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan arsip menjadi fondasi transformasi digital menuju Indonesia Emas 2045 setelah pemerintah provinsi itu meraih empat penghargaan nasional kearsipan di Kantor Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Jakarta.
"Penghargaan ini tentu tidak diraih sendiri, melainkan hasil sinergi dan kolaborasi banyak pihak. Mulai dari perangkat daerah, para arsiparis, hingga seluruh mitra strategis yang selama ini konsisten menguatkan tata kelola kearsipan di Jawa Timur," ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat.
Baca juga: Jatim raih penghargaan Simpul Jaringan Terbaik dari ANRI
Empat penghargaan yang diraih Pemerintah Provinsi Jawa Timur meliputi Simpul Jaringan Terbaik Nasional Tahun 2026, Simpul Jaringan Terbaik Nasional lima tahun berturut-turut, Pengawasan Kearsipan dengan Predikat AA (Sangat Memuaskan), serta Anugerah Memori Kolektif Bangsa (MKB) untuk Arsip Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Tahun 1931-1995.
Khusus penghargaan Simpul Jaringan Terbaik Nasional, capaian tahun ini menjadi yang kelima kali diraih Jawa Timur setelah sebelumnya diperoleh pada 2021, 2022, 2024, dan 2025.
Menurut Khofifah, capaian tersebut menunjukkan tata kelola kearsipan di Jawa Timur terus berkembang dan mampu mengikuti percepatan transformasi digital.
"Di era digital, arsip bukan lagi sekadar tumpukan dokumen. Arsip harus menjadi sumber data dan referensi yang dapat mendukung pelayanan publik, keterbukaan informasi, hingga perumusan kebijakan yang tepat," ucapnya.
Untuk memperkuat tata kelola kearsipan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan digitalisasi arsip melalui aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) dan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE), serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia bidang kearsipan.
Baca juga: Gubernur Jatim terima penghargaan tokoh kepemimpinan kearsipan
Baca juga: Dinas Perpusip Jatim minta FKMSA kawal gerakan sadar dan tertib arsip
Upaya tersebut juga mengantarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mempertahankan predikat AA dalam hasil pengawasan kearsipan nasional oleh ANRI.
Selain itu, penghargaan MKB diberikan atas keberhasilan pengusulan dan penyelamatan khazanah arsip GKJW periode 1931-1995 hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan GKJW.
"Arsip GKJW menjadi bagian penting dari jejak toleransi, akulturasi budaya, serta kontribusi masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pergerakan sosial," ucapnya.
"Penghargaan ini tentu tidak diraih sendiri, melainkan hasil sinergi dan kolaborasi banyak pihak. Mulai dari perangkat daerah, para arsiparis, hingga seluruh mitra strategis yang selama ini konsisten menguatkan tata kelola kearsipan di Jawa Timur," ujar Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Jumat.
Baca juga: Jatim raih penghargaan Simpul Jaringan Terbaik dari ANRI
Empat penghargaan yang diraih Pemerintah Provinsi Jawa Timur meliputi Simpul Jaringan Terbaik Nasional Tahun 2026, Simpul Jaringan Terbaik Nasional lima tahun berturut-turut, Pengawasan Kearsipan dengan Predikat AA (Sangat Memuaskan), serta Anugerah Memori Kolektif Bangsa (MKB) untuk Arsip Majelis Agung Gereja Kristen Jawi Wetan (GKJW) Tahun 1931-1995.
Khusus penghargaan Simpul Jaringan Terbaik Nasional, capaian tahun ini menjadi yang kelima kali diraih Jawa Timur setelah sebelumnya diperoleh pada 2021, 2022, 2024, dan 2025.
Menurut Khofifah, capaian tersebut menunjukkan tata kelola kearsipan di Jawa Timur terus berkembang dan mampu mengikuti percepatan transformasi digital.
"Di era digital, arsip bukan lagi sekadar tumpukan dokumen. Arsip harus menjadi sumber data dan referensi yang dapat mendukung pelayanan publik, keterbukaan informasi, hingga perumusan kebijakan yang tepat," ucapnya.
Untuk memperkuat tata kelola kearsipan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus melakukan digitalisasi arsip melalui aplikasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (Srikandi) dan Tata Naskah Dinas Elektronik (TNDE), serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia bidang kearsipan.
Baca juga: Gubernur Jatim terima penghargaan tokoh kepemimpinan kearsipan
Baca juga: Dinas Perpusip Jatim minta FKMSA kawal gerakan sadar dan tertib arsip
Upaya tersebut juga mengantarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mempertahankan predikat AA dalam hasil pengawasan kearsipan nasional oleh ANRI.
Selain itu, penghargaan MKB diberikan atas keberhasilan pengusulan dan penyelamatan khazanah arsip GKJW periode 1931-1995 hasil kolaborasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan GKJW.
"Arsip GKJW menjadi bagian penting dari jejak toleransi, akulturasi budaya, serta kontribusi masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, dan pergerakan sosial," ucapnya.





