WASHINGTON, KOMPAS.TV - Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) JD Vance mengungkapkan perkembangan negosiasi antara AS-Iran.
Meski menurutnya kesepakatan AS-Iran untuk akhiri perang sudah dekat, Vance menilai masih terlalu cepat untuk sepakat.
Ia melihat masih ada yang AS dan Iran harus kerjakan, khususnya dalam poin penting sebelum kesepakatan tercapai.
Baca Juga: Diduga Drone Rusia Hantam Bangunan di Rumania, Negara NATO Mulai Diserang?
Hal itu diyakini mencakup dengan pengembangan nuklir Iran.
Seperti dilaporkan BBC, Vance pada kamis (28/5/2026), mengatakan para negosiator berdiskusi bolak-balik mengenai beberapa poin “bahasa”, yang mencakup “masalah pengayaan”.
“Kami belum sampai sana, tetapi kami sudah sangat dekat dan akan terus berupaya,” ucap Vance.
Vance juga mengatakan masih terlalu dini mengatakan “kapan” atau “apakah” kedua pihak akan menyelesaikan kesepakatan tersebut.
Kesepakatan itu dilaporkan akan memperpanjang gencatan senjata selama 60 hari dan memulai pembicaraan tentang masa depan program nuklir Iran.
AS memang telah lama menuntut Iran menghentikan produksi uranium yang diperkaya tinggi.
Penulis : Haryo Jati Editor : Desy-Afrianti
Sumber : BBC
- jd vance
- wapres as
- amerika serikat
- iran
- negosiasi as-iran
- akhiri perang





